JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Yahya Zaini mengungkapkan pengadaan sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui mekanisme yang berlaku. Program tersebut bukan tiba-tiba melainkan bagian dari perencanaan anggaran negara 2025.
“Pengadaan sepeda motor listrik ini merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Jadi seluruh prosesnya sudah melalui mekanisme yang berlaku,” katanya dikutip Sabtu (11/4/2026).
Yahya kembali menekankan, pengadaannya juga sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kemudian, proses pengadaan dilakukan bertahap setelah melalui rangkaian perencanaan dan pembahasan lintas sektoral.
Sementara kendaraan dipesan pada Juni 2025 usai seluruh tahapan administratif dan penganggaran selesai. “Pemesanan kendaraan dimulai sejak Juni 2025. Ini menunjukkan bahwa prosesnya telah dirancang sejak awal dan bukan keputusan yang bersifat mendadak,” ujarnya.
Pengadaan kendaraan tersebut, menurutnya, memberikan kontribusi terhadap industri dalam negeri, mengingat proses proses perakitannya dilakukan di Indonesia.
“Kendaraan tersebut diimpor dalam bentuk CKD atau completely knock down dari China dan dirakit di Indonesia. Artinya, tetap ada keterlibatan industri nasional dalam prosesnya,” tuturnya.
(Arief Setyadi )




