Amerika Serikat Mulai Operasi Bersihkan Ranjau Selat Hormuz, Dua Kapal Perang Dikerahkan ke Iran

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat melaporkan tengah melakukan persiapan untuk melakukan operasi pembersihan ranjau laut dalam jalur pelayaran dari Selat Hormuz. Hal ini menyusul negosiasi yang tengah berlansung dengan Iran di Pakistan.

Komandan U.S. Central Command, Brad Cooper mengatakan bahwa pihaknya mulai melakukan persiapan untuk operasi pembersihan ranjau laut dalam wilayah tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengamankan kembali jalur pelayaran global yang sempat terganggu akibat konflik dengan Iran.

Baca Juga: Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei: Terluka Parah hingga Kehilangan Satu Kaki

Cooper menyatakan bahwa operasi ini bertujuan membuka kembali jalur pelayaran yang aman untuk kembali menormalisasi jalur pelayaran tanker minyak global.

“Kami mulai membangun jalur baru yang aman dan akan segera membagikannya kepada industri maritim untuk mendukung kelancaran perdagangan," ungkap Cooper.

Operasi ini melibatkan dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat. USS Frank E. Peterson (DDG 121) dan USS Michael Murphy (DDG 112) dikerahkan dan dilaporkan telah melintasi wilayah dari Selat Hormuz.

Selain kapal perang, mereka juga akan mengerahkan teknologi tambahan seperti drone bawah laut (unmanned underwater vehicles), sistem deteksi ranjau dan unit pembersihan khusus. Teknologi ini akan membantu mempercepat proses identifikasi dan netralisasi ranjau laut.

Pembersihan ranjau dalam wilayah itu sendiri dianggap menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan pelaku pasar, menjamin keamanan kapal tanker dan menstabilkan pasokan energi global.

Meski operasi telah dimulai, situasi dalam kawasan masih sensitif. Keberhasilan misi ini akan sangat bergantung pada stabilitas gencatan senjata, koordinasi internasional dan minimnya eskalasi militer baru Jika Selat Hormuz berhasil dibuka secara penuh, ia dapat menjadi titik balik bagi pemulihan ekonomi global pasca konflik.

Diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur laut internasional yang sangat penting, dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas global. Gangguan dalam kawasan ini sebelumnya telah menghambat distribusi energi, meningkatkan harga minyak global dan memicu volatilitas pasar

Operasi ini berlangsung di tengah gencatan senjata rapuh serta negosiasi yang masih berjalan dari Iran dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu dari Iran dan Amerika Serikat. 

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak.

Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei: Iran Akan Menuntut Ganti Rugi atas Serangan Israel dan Amerika Serikat

“Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Orang Dilaporkan Luka-Luka dalam Serangan Balasan Hizbullah ke Wilayah Utara Israel
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wamendagri Bima Arya Sebut WFH ASN Jadi Strategi Efisiensi dan Transformasi Tata Kelola Negara
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Prof. Ponco Birowo Tuntaskan Batu Ginjal Rigen dengan Robot Canggih Tanpa Sayatan
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bansos April 2026 Mulai Cair! Ini Cara Cek Bansos Secara Online
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Media Korea Soroti Peluang Megawati Hangestri Kembali ke Red Sparks Usai Tampil Bergairah di Proliga 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.