Bangun Kebiasaan Baik di Rumah, Shalat Dhuha Berjamaah sama Istri dan Anak, Apakah Boleh?

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Setiap orang tua ingin membangun kebiasaan baik di rumah agar anak bisa mengikuti, seperti shalat dhuha. 

Salah satu kebiasaan baik itu ada shalat dhuha. Amalan sunnah yang umum dikerjakan di waktu pagi hari secara berjamaah atau sendiri. 

Sehubungan dengan dhuha, apakah boleh dilakukannya selalu secara berjamaah di rumah bareng istri dan anak?.

Potret Ustaz Adi Hidayat saat memberikan kultum
Sumber :
  • YouTube/Adi Hidayat Official

Mengutip dari ceramah Ustaz Adi Hidayat kalau ibadah sunnah, seperti shalat dhuha utamanya dijalankan secara individu. 

Sementara itu, jika dikerjakan secara berjamaah dengan kondisi tertentu diperbolehkan, kata Ustaz Adi dalam ceramahnya. Ini berdasarkan pandangan ulama, katanya.

"Sifat sebetulnya sendirian, tapi pernah ada kasus salat dhuha ada beberapa makmum yang mengikuti shalat Nabi, dan nabi pun tidak menegur ataupun memberi kode tapi meneruskan salatnya," jelasnya.

"Sehingga beberapa ulama niat itu, dibolehkan dalam suatu landasan dalam keadaan tertentu," sambung Ustaz Adi disapa UAH, dari Youtubenya, Minggu (12/4).

Bangun Kebiasaan Baik di Rumah, Shalat Dhuha Berjamaah sama Istri dan Anak, Apakah Boleh?
Sumber :
  • dok.ilustrasi istock

Lebih lanjut, kata Ustaz Adi kalau shalat dhuha disarankan atau lebih afdhol sendiri di Rumah.

Walaupun dalam Islam memang shalat dhuha dapat dikerjakan di Masjid. 

"Bukan berarti ini dijadikan ataupun dilestarikan dalam budaya, konteks terus sehingga memang untuk ibadah berjamaah (shalatnya)," terang Ustaz Adi Hidayat. 

Sebagaimana lebih utama dikerjakan di rumah. Hal ini didasarkan pada hadits berikut:

فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ. رواه البخاري)

“Hendaklah kalian manusia melaksanakan shalat (sunnah) di rumah kalian, karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib” (HR. Bukhari).

kata dhuha, istilah untuk penamaan awal waktu siang hari, di mana mulai matahari terbit seukuran satu tombak (tujuh hasta atau 2,5 meter) sampai waktu zawâl (saat matahari tergelincir ke arah barat).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Tokoh Nasional Dikukuhkan Menjadi Pengurus IKM, Berikut Nama-namanya
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Buyback Emas Antam Naik 11,31% hingga Minggu (12/4)
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Polres Jakpus Kerahkan 2.730 Personel Amankan Pertandingan Persija Lawan Persebaya FC
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Mengapa Konflik Timur Tengah Tak Pernah Usai? Ini Jawaban yang Jarang Diungkap
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bupati Tulungagung yang Tak Belajar dari Kasus Bupati Cilacap
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.