REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahad (12/4/2026), mengingatkan kapal-kapal militer untuk tidak melintasi Selat Hormuz. Setiap upaya melintasi Selat Hormuz akan ditindak dengan keras.
“Pasukan Angkatan Laut IRGC secara kuat memiliki kendali penuh yang cerdas atas Selat Hormuz,” demikian pernyataan IRGC dikutip dari Tasnim News .
Baca Juga
Menimbang Wacana War Tiket Haji: Antara Ijtihad Kebijakan dan Prinsip Keadilan
Komentar di Instagram Sekarang Bisa Diedit, Batas Waktunya 15 Menit
Prospek Masih Lemah, Rupiah Diperkirakan Bakal Bertahan di Level Rp17 Ribuan
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hanya kapal sipil yang diizinkan melintas melalui selat tersebut. Namun, syarat dan ketentuan tetap berlaku.
IRGC juga membantah laporan media tentang kapal-kapal Amerika yang melintas di selat itu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Setiap upaya kapal militer untuk melintas (di selat tersebut) akan ditindak secara keras dan tegas.”
Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Iran dengan tegas membantah klaim Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait operasi kapal AS di Selat Hormuz.
“Klaim komandan CENTCOM bahwa kapal-kapal Amerika mendekati dan memasuki Selat Hormuz sangat kami bantah,” kata juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia Ebrahim Zolfaqari, Sabtu (11/4/2026). Ebrahim juga menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran memiliki keunggulan atas jalur pelayaran kapal apa pun yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan ini muncul setelah CENTCOM mengklaim pasukannya mulai menetapkan kondisi untuk pembersihan ranjau di Selat Hormuz pada 11 April, ketika dua kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS melakukan operasi.
“Hari ini, kami memulai proses untuk menetapkan jalur baru, dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim guna mendorong kelancaran arus perdagangan,” kata Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM.