Iran menyatakan telah berkomunikasi dengan Lebanon. Hal tersebut untuk memastikan komitmen gencatan senjata dipatuhi dalam semua front konflik selama adanya negosiasi dari Teheran dan Amerika Serikat di Pakistan.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa gencatan senjata dalam wilayah tersebut merupakan syarat mutlak agar pembicaraan dapat terus berlanjut dengan Washinton. Pihaknyasejak awal menuntut agar konflik tidak dipisahkan antara Iran dan Lebanon.
Baca Juga: Soroti Kasus Netanyahu, Iran Waspada Serangan Amerika Serikat Saat Negosiasi di Pakistan
Hezbollah sendiri dilaporkan mendukung dialog yang dimediasi oleh Pakistan. Menurut mereka, pendekatan ini dinilai lebih tepat dibandingkan rencana pembicaraan terpisah yang dijadwalkan berlangsung di Washington.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat hampir batal menggelar negosiasi damai di Pakistan. Hal ini dipicu oleh pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata yang sebelumnya disepakati, terutama terkait aksi militer dari Israel.
Diketahui, Israel melancarkan serangan paling intens ke Lebanon. Menurut laporan, sedikitnya lima ledakan besar juga mengguncang wilayah dari dari Beirut. Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 luka-luka. Serangan ini menjadi serangan yang paling mematikan sejak konflik dimulai pada awal Maret.
Iran beranggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup Lebanon. Sementara Amerika Serikat dan Israel menegaskan sebaliknya. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perbedaan ini sebagai kesalahpahaman dalam proses negosiasi.
Vance menyatakan bahwa negosiator dari negara tersebut mengira gencatan senjata juga mencakup Lebanon. Padahal menurutnya hal tersebut tidaklah demikian. Ia menyebut hal ini sebagai kesalahpahaman yang wajar terjadi dalam proses negosiasi yang kompleks antara Iran dan Amerika Serikat.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Hal ini berarti operasi militer mereka tetap akan berlanjut terhadap kelompok dari Hezbollah.
"Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," katanya.
Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia menyebut kesepakatan gencatan senjata juga mencakup penghentian konflik di Lebanon.
Pakistan dalam negosiasi ini sendiri akan berperan sebagai mediator utama dalam upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat. Pertemuan di Islamabad diharapkan menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Baca Juga: Amerika Serikat Awasi Rencana Iran Kenakan Tarif di Selat Hormuz
Pembicaraan Iran dan Amerika Serikat yang tengah berlangsung kini menjadi fokus utama. Keberhasilan diplomasi ini sangat bergantung pada kemampuan semua pihak untuk menyelaraskan kepentingan, termasuk menghentikan konflik di Lebanon dan Timur Tengah.





