REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner akan bertarung memperebutkan dua hal penting dalam final Monte-Carlo Masters, Ahad, yakni gelar juara sekaligus posisi peringkat satu dunia.
"Saya rasa ini adalah tempat impian bagi semua orang," kata Alcaraz, dikutip dari ATP. Ia mengincar gelar keduanya di Monte-Carlo, sementara Sinner berupaya meraih trofi pertamanya di turnamen tersebut.
Baca Juga
Tanpa Kamera dan Sorotan, Mereka Bertaruh Nyawa Padamkan Api di Natuna
Cuaca Panas Bisa Bikin Lansia Jadi Linglung
BMKG: Hari Ini Waspada Hujan Petir di Sejumlah Daerah
Alcaraz, juara bertahan, masih mendominasi peringkat satu dunia sejak mengalahkan Sinner untuk memenangi US Open 2023. Meski Sinner sempat merebut posisi puncak selama satu pekan menjelang ATP Finals 2025, petenis Spanyol itu kembali menegaskan posisinya sebagai pemain terbaik dunia.
Jika Alcaraz kembali menang, ia akan memulai pekan ke-67 sebagai petenis nomor satu dunia dan unggul 590 poin dari Sinner. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena ia harus mempertahankan 3.300 poin di musim lapangan tanah liat Eropa.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Sejujurnya, saya akan kehilangan peringkat satu dunia suatu saat nanti," kata Alcaraz, menyadari beratnya tekanan mempertahankan konsistensi di level tertinggi.
Sebaliknya, Sinner berada dalam posisi lebih ringan dengan hanya 1.950 poin yang perlu dipertahankan di musim tanah liat. Hal ini membuat peluangnya untuk merebut kembali posisi puncak terbuka lebar jika mampu menaklukkan Alcaraz.
"Kami memang banyak berlatih untuk meningkatkan kemampuan kami, terutama servis dan strategi pengembalian bola," ujar Sinner, yang melihat final ini sebagai momentum penting menjelang French Open.
Secara head to head, Alcaraz masih unggul 10-6 atas Sinner, termasuk dominasi di lapangan tanah liat dengan tiga kemenangan dari empat pertemuan terakhir.