Nasib Perawat RSHS Bandung yang Buat Hampir Bayi Tertukar: Diberi SP 1 dan Dipindah ke Bagian yang Tidak Layani Pasien

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Bandung, VIVA – Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan, pihaknya telah menonaktifkan dan memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada perawat buntut viralnya video di media sosial hampir tertukarnya bayi dari ibu Nina Saleha.

"Perawatnya di non aktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP 1," kata Rachmi dalam keterangannya, dikutip Minggu 12 April 2026.

Baca Juga :
Kemenkes Ungkap Kronologi Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung
Heboh! Kronologi Lengkap Bayi Hampir Hilang Dibawa Orang di RSHS Bandung

Selain itu, Pihak RSHS Bandung siap dilakukan evaluasi dan sudah melaporkan kejadian ini ke Kemenkes.

"Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan ke Kemenkes kejadian ini,"ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Rachmi, RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi kepada orang tauanya yang selama sudah berjalan dengan baik.

Sebelumnya, Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien bayi dari Ibu Nina Saleha. 

Hal ini merupakan respons cepat pihak rumah sakit, menyusul unggahan keluhan yang sempat viral di media sosial TikTok pada 8 April 2026.

Melalui siaran pers resminya, pihak RSHS menyatakan rasa penyesalan yang mendalam atas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami keluarga pasien selama menjalani proses perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Pihak manajemen menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam menanggapi aspirasi masyarakat. Tim dari RSUP Dr. Hasan Sadikin dilaporkan telah bergerak cepat dengan melakukan kunjungan langsung serta menjalin komunikasi intensif dengan Ibu Nina Saleha.

"Tim kami telah berkomunikasi langsung dengan Ibu Nina Saleha untuk mendengar keluhan yang dimaksud. Saat ini, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan," tulis pernyataan resmi manajemen RSHS.

Peristiwa ini menjadi momentum bagi RSHS, untuk melakukan introspeksi dan evaluasi internal. 

Manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan regulasi dan standar prosedur operasional yang berlaku.

"RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kami," tutup pernyataan tersebut.

Baca Juga :
Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta ke Ibu Korban Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung
Sudah Kerja 20 Tahun, ASN RSHS Bandung Terancam Dicopot usai Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Pengakuan Mengejutkan RSHS ke Dedi Mulyadi soal Bayi Nyaris Tertukar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nasib Media di Tengah AI Overview dan Bot Pencuri Data
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Isi Damai Islamabad: Pakistan Jembatani AS-Iran
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Bansos April 2026 Mulai Cair! Ini Cara Cek Bansos Secara Online
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
PBSI Tetapkan Skuad Thomas dan Uber Cup 2026, Kombinasi Senior dan Muda
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
2 Perusahaan Gadai Bakal Naik Kelas Jadi Skala Nasional, OJK Ungkap Tantangannya
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.