Zona Degradasi Memanas! Persijap dan Madura Pepet PSM, Persis bentrok Semen Padang ke Mode Bertarung Habis-habisan

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Persaingan di papan bawah BRI Super League musim 2025/2026 kian memanas. Tidak hanya soal perebutan gelar di atas, drama sesungguhnya justru terjadi di zona merah—di mana setiap poin menjadi penentu nasib. Dan di tengah situasi itu, PSM Makassar belum sepenuhnya aman.

Kemenangan penting atas PSIM Yogyakarta memang menjadi suntikan moral bagi Juku Eja. Namun, jarak dengan zona degradasi belum benar-benar menjauh. Justru, tekanan datang dari tim-tim yang terus mengintai di bawah.

Salah satunya adalah Persijap Jepara yang sukses mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1. Hasil itu membuat jarak poin semakin tipis, menciptakan situasi “saling tempel” yang rawan berubah hanya dalam satu pekan pertandingan.

Tidak hanya itu, Madura United FC juga ikut memanaskan persaingan setelah meraih kemenangan atas Persik Kediri. Artinya, zona bawah kini berubah menjadi medan pertempuran terbuka—di mana setiap tim masih memiliki peluang untuk bertahan atau justru terjerumus.

Di tengah ketatnya situasi tersebut, sorotan juga tertuju ke Stadion Manahan. Persis Solo akan menghadapi Semen Padang FC dalam laga yang bisa disebut sebagai “final dini” bagi kedua tim.

Persis saat ini berada di peringkat ke-16 dengan 21 poin, hanya terpaut satu angka dari Semen Padang di posisi ke-17. Selisih tipis ini membuat pertandingan menjadi lebih dari sekadar tiga poin—ini adalah pertaruhan posisi dan momentum.

Pelatih Persis, Milomir Seslija, menyadari betul urgensi tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya dalam kondisi siap tempur, baik secara fisik maupun mental.

“Kami sudah mempersiapkan pertandingan dengan intensitas tinggi. Tim dalam kondisi baik dan siap,” ujarnya.

Namun, ada satu faktor yang membuat situasi sedikit berbeda: laga akan digelar tanpa penonton. Absennya dukungan suporter di Stadion Manahan tentu mengubah atmosfer pertandingan. Meski demikian, Milo menolak menjadikannya sebagai alasan.

Sebaliknya, ia justru menekankan tanggung jawab pemain untuk tetap tampil maksimal—seolah-olah dukungan suporter tetap hadir di belakang mereka.

Di sisi lain, Semen Padang FC datang dengan tekad yang sama kuatnya. Pelatih Imran Nahumarury memastikan timnya tidak gentar meski bermain tandang.

Ia mengakui ada beberapa pemain yang absen, seperti Alhassan Wakaso dan Irsyad Maulana. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan alasan untuk menurunkan ambisi tim.

“Yang penting pemain bisa menjalankan apa yang sudah direncanakan dalam latihan,” ujarnya.

Menariknya, duel ini juga menghadirkan cerita emosional lewat sosok Bruno Gomes—mantan pemain Semen Padang yang kini menjadi bagian dari Persis. Meski demikian, Imran menegaskan bahwa ancaman tidak hanya datang dari satu pemain, melainkan dari keseluruhan tim.

Kembali ke konteks yang lebih besar, situasi ini menunjukkan satu hal: zona degradasi musim ini tidak memiliki “korban pasti”. Semua tim yang berada di papan bawah masih memiliki peluang untuk selamat, tetapi juga risiko untuk jatuh.

Bagi PSM, kondisi ini adalah peringatan keras. Kemenangan atas PSIM memang penting, tetapi belum cukup untuk memberikan rasa aman. Selama tim-tim seperti Persijap dan Madura United terus meraih poin, tekanan akan tetap ada.

Setiap laga ke depan akan terasa seperti final. Tidak ada ruang untuk kehilangan fokus, tidak ada kesempatan untuk lengah.

Sementara itu, laga Persis kontra Semen Padang menjadi cerminan nyata dari kerasnya pertarungan di zona bawah. Dua tim, satu tujuan: bertahan.

Pada akhirnya, kompetisi tidak hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi juga siapa yang paling tahan menghadapi tekanan. Dan di papan bawah musim ini, pertarungan itu baru saja memasuki babak paling menentukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap, Pola Pemerasan yang Dilakukan Bupati Tulungagung ke OPD
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
AMMN Bakal Alihkan Saham Treasuri 105,8 Juta Saham untuk ESOP/MSOP
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Peredaran 33,6 Kg Ganja di Bekasi-Bogor Diungkap, 2 Tersangka Dibekuk
• 23 jam laludisway.id
thumb
BPDP Latih 29 Ribu Petani Sawit, Genjot Daya Saing Industri
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Mengetahui Pemerasan OPD di Pemkab
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.