Seleksi Calon Hakim Agung 2026, KY Jaring Kandidat Terbaik Nonkarier untuk Perkuat Kualitas Peradilan

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Komisi Yudisial (KY) kian memperkuat langkah strategis dalam menjaring calon hakim agung (CHA) 2026 dengan membuka ruang lebih luas bagi kandidat dari jalur nonkarier.

Upaya ini diarahkan untuk menghadirkan sosok-sosok terbaik yang mampu meningkatkan kualitas, independensi, dan integritas lembaga peradilan di Indonesia.

BACA JUGA:Kencana Valley Hadirkan Program Wellness di Megamendung, Destinasi Healing Eksklusif Dekat Jakarta

BACA JUGA:Pramono Bentuk LPDP Jakarta, Anak Betawi Bisa Kuliah ke Keluar Negeri

Hingga Kamis (9/4), jumlah pendaftar seleksi secara daring tercatat mencapai 295 orang. Dari total tersebut, sebanyak 143 orang mendaftar sebagai calon hakim agung, sementara 152 lainnya tercatat sebagai pendaftar calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung. Angka ini menunjukkan meningkatnya antusiasme publik terhadap proses rekrutmen yang semakin terbuka.

Meski jumlah pendaftar terus bertambah, KY mengungkapkan bahwa baru sebagian kecil peserta yang melengkapi persyaratan administrasi. Hingga kini, tercatat 21 pendaftar calon hakim agung dan 10 calon hakim ad hoc telah mengonfirmasi kelengkapan dokumen dan siap melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Ketua KY, Abdul Chair Ramadhan, mengingatkan para pendaftar agar segera menyelesaikan seluruh persyaratan administratif.

Ia menegaskan bahwa kelengkapan dokumen menjadi syarat awal yang krusial sebelum peserta dapat mengikuti tahapan seleksi yang lebih mendalam.

BACA JUGA:Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2, Hunian Rumah Tumbuh Mulai Rp800 Jutaan

“Kami mengharapkan calon-calon potensial yang kompeten dan berintegritas dapat berpartisipasi aktif dalam seleksi calon hakim agung, calon hakim ad hoc HAM, dan calon hakim ad hoc Tipikor di Mahkamah Agung tahun ini,” ujar Abdul Chair dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, fokus pada jalur nonkarier merupakan bagian dari strategi KY untuk memperkaya komposisi hakim agung dengan latar belakang yang beragam. Kalangan akademisi, praktisi hukum, maupun profesional lainnya dinilai memiliki perspektif berbeda yang dapat memperkuat kualitas putusan dan memperluas sudut pandang dalam penegakan hukum.

Abdul Chair menambahkan, berbagai langkah sosialisasi yang dilakukan KY bukan sekadar untuk meningkatkan jumlah pendaftar, melainkan juga untuk memastikan kandidat yang masuk memiliki rekam jejak yang baik dan integritas tinggi.

Dengan demikian, proses seleksi diharapkan mampu menghasilkan hakim agung yang kredibel dan dipercaya masyarakat.

BACA JUGA:Komisi VIII Kritik Wacana War Tiket Haji: Timbulkan Kecemburuan

BACA JUGA:Dubes Iran untuk RI Jelaskan Alasan Pilih Pakistan Jadi Juru Damai dengan AS

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibombardir Borneo FC, PSBS Biak Tak Berdaya: Badai Pasifik Kian Tenggelam di Dasar Klasemen
• 18 jam lalubola.com
thumb
Harga Plastik Naik, Pedagang Kue hingga Warteg Keluhkan Keuntungan Menipis
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung BRI Super League Pekan 27 di Indosiar dan Vidio: Persib Tantang Bali United, Siapa Kukuh di Puncak?
• 6 jam lalubola.com
thumb
Cegah Penyelewengan BBM Subsidi, DPR Usul Optimalkan Digitalisasi Ketimbang Bentuk Satgas
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Crimson Desert, Game Ambisius di Benua Pywel
• 20 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.