Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening tidak aktif alias rekening dormant sepanjang 2025 mengalami peningkatan, meski secara pertumbuhan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika melihat dari grafik jumlah rekening tidak aktif, terdapat peningkatan pada 2025 dibandingkan posisi 2024. Kendati begitu, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyampaikan bahwa LPS tidak mengungkapkan angka total rekening dormant lantaran bersifat konfidensial
“Kami tidak menyampaikan angkanya karena ini cukup konfidensial, tapi kami bersama dengan OJK memerhatikan ini bahwa saat ini terjadi tambahan rekening yang tidak aktif itu meningkat,” ungkap Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, dikutip pada Minggu (12/4/2026).
Anggito menuturkan, sebuah rekening dikategorikan tidak aktif apabila memiliki saldo tertentu dalam waktu satu tahun, kriteria itu sedikit berbeda dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yakni 3 bulan.
Dalam paparan yang disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, pertumbuhan rekening dormant sepanjang 2025 sebesar 9,23% secara tahunan (year on year/YoY), menurun dibandingkan 2024 yang tumbuh sebesar 10,18% YoY.
Sementara itu, LPS mencatat terdapat 3 juta tambahan rekening yang dibuka oleh pihak bank pada 2025. Pada saat yang sama, jumlah rekening tidak aktif turut menanjak.
Kondisi ini lantas menjadi perhatian LPS dan Otoritas Jasa Keuangan. Sebab, rekening-rekening tidak aktif ini berpotensi disalahgunakan.
“Jangan sampai rekening-rekening yang dibuka tersebut tidak aktif. Ini jumlah rekening yang tidak aktif meningkat, meskipun dari sisi pertumbuhannya menurun,” tuturnya.
Di sisi lain, LPS mengungkapkan sebanyak 15,3 juta penduduk belum memiliki rekening pribadi. Kondisi ini lantas menjadi tantangan bagi lembaga tersebut lantaran Presiden Prabowo Subianto pada November 2025 menargetkan agar dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, setiap warga negara harus memiliki rekening pribadi.
Untuk itu, kata Anggito, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus melakukan sinergi bersama dengan Komisi XI DPR RI untuk memperkuat literasi dan edukasi kepada masyarakat untuk memiliki rekening perbankan.
“Kami selalu bersama-sama dengan OJK untuk memastikan setiap tahun itu bisa dicapai lebih banyak,” pungkasnya.





