Jakarta: Pertamina Patra Niaga menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melalui unit Integrated Terminal (IT) Surabaya meraih predikat PROPER Emas dalam pengelolaan lingkungan.
Pencapaian dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini didukung oleh implementasi dua program unggulan, yaitu Eco Inovasi Penerimaan FAME melalui jalur pipa serta program pemberdayaan masyarakat Lentera Pagesangan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
“Program di IT Surabaya merupakan salah satu dari tujuh unit Pertamina Patra Niaga yang berhasil meraih PROPER Emas melalui inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 12 April 2026.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan sinergi antara inovasi operasional dan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Program Eco Inovasi Penerimaan FAME menghadirkan perubahan signifikan dalam proses operasional, dari sistem penerimaan berbasis truk tangki menjadi penerimaan langsung dari kapal melalui jalur pipa.
Transformasi ini meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional sekaligus memperkuat upaya pengurangan dampak lingkungan. Implementasi program ini berhasil menurunkan global warming potential hingga 45,6 persen.
Baca Juga :
Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi LPG Nasional(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Dorong pengelolaan lingkungan berbasis komunitas Sementara itu, program Lentera Pagesangan berangkat dari Gerakan Balik Kanan yang mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah dan sungai, dari sumber permasalahan menjadi sumber daya yang bernilai. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Masyarakat terlibat dalam pengelolaan limbah cair domestik melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sungai) dengan pemanfaatan filter eceng gondok.
Dari implementasi tersebut, program Lentera Pagesangan memberikan berbagai dampak nyata, antara lain penghematan air sebesar 345,21 m3 per tahun, pemanfaatan 83 kg sampah organik, serta efisiensi biaya penurunan pencemaran air sebesar Rp911.418 per tahun. Program ini juga melibatkan sekitar 1.141 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, keberhasilan program ini tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat sebagai penggerak utama perubahan.
“Program Lentera Pagesangan menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas. Melalui kolaborasi yang kuat, masyarakat mampu mengelola sumber daya di sekitarnya menjadi lebih bernilai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan bersama,” ujar Ahad.
Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi tersebut, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang lebih bersih, sehat, dan produktif.




