Iran dan AS Gagal Capai Kesepakatan Damai

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepakatan perdamaian dalam negosiasi maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan.

Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi AS pun telah meninggalkan Pakistan pada Minggu (12/4/2026) setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Iran.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” kata Vance dilansir dari The Guardian pada Minggu (12/4/2026).

Vance mengatakan, Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan AS, termasuk untuk tidak membangun senjata nuklir. Vance juga mengaku telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan salah satu poin perbedaan paling signifikan antara kedua pihak adalah seputar pengembangan senjata nuklir.

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa [Iran] tidak akan mencari senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir,” katanya.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim menyebut bahwa tuntutan AS yang berlebihan dinilai telah menghambat tercapainya kesepakatan.

Baca Juga

  • 5 Poin Penting Berita Global Sepekan, dari Perundingan AS-Iran hingga Produksi Minyak Dikerek
  • Kapal Pertamina Wajib Ikut Protokol Lintasi Selat Hormuz, Dubes Iran: Perlu Negosiasi
  • Perkembangan Konflik Iran-AS Sepekan: Selat Hormuz hingga Diplomasi Islamabad

Sebelum Vance berbicara, pemerintah Iran lewat sebuah unggahan di X menyatakan bahwa negosiasi akan berlanjut dan para ahli teknis dari kedua belah pihak akan bertukar dokumen.

Adapun, dilansir dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa tidak ada yang mengharapkan pembicaraan dengan AS akan mencapai kesepakatan dalam satu sesi.

“Tentu saja, sejak awal, kita seharusnya tidak mengharapkan untuk mencapai kesepakatan dalam satu sesi. Tidak ada yang mengharapkan hal seperti itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.

Pembicaraan di Islamabad merupakan pertemuan langsung pertama antara AS dan Iran dalam lebih dari 1 dekade. Pembicaraan di Islamabad pun menjadi pertemuan tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam 1979. 

Hasil dari pembicaraan di Islamabad sebenarnya diharapkan dapat menentukan nasib gencatan senjata atas konflik di Timur Tengah antara Iran dengan AS-Israel. Hasil dari pembicaraan di Islamabad juga diharapkan mampu membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital sekitar 20% pasokan energi global. Jalur vital itu telah diblokir Iran sejak perang dimulai. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasmar 2 libatkan ahli dan buka komunikasi soal peluru nyasar
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Reaksi Iran usai Gagal Damai dengan AS Berunding di Pakistan, Singgung Selat Hormuz!
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek hingga 16 April 2026: Hujan Lebat-Sangat Lebat
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Pendopo Tulungagung Ditutup Usai OTT KPK, Warga Keluhkan Akses Ruang Publik
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Zona Degradasi Memanas! Persijap dan Madura Pepet PSM, Persis bentrok Semen Padang ke Mode Bertarung Habis-habisan
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.