Krisis Selat Hormuz Jadi Peluang Emas, Indonesia Diburu untuk Pasokan Pupuk

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah terganggunya jalur distribusi global, Indonesia justru melihat celah besar untuk memperkuat posisinya di pasar pupuk dunia. Gangguan di Selat Hormuz menjadi titik balik yang membuka peluang ekspor lebih luas, khususnya untuk komoditas urea.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa sekitar sepertiga distribusi pupuk dunia selama ini bergantung pada jalur tersebut. Ketika pasokan dari kawasan itu terganggu, banyak negara langsung mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, terutama urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujar Wamentan Sudaryono.

Lonjakan kebutuhan ini langsung direspons oleh berbagai negara. Sejumlah pemerintah bahkan telah menjalin komunikasi dengan Indonesia untuk mengamankan pasokan pupuk mereka. Negara seperti India, Filipina, hingga Australia disebut sudah menyatakan minat secara langsung.

“Pemerintah India sudah menghubungi kami. Saya juga telah menerima surat dari pemerintah Filipina dan Australia. Mereka siap membeli dengan harga berapapun,” katanya.

Situasi ini turut mengubah arah kebijakan dalam negeri. Rencana penutupan sejumlah pabrik pupuk yang sebelumnya sempat dipertimbangkan kini resmi dibatalkan.

Tingginya permintaan global menjadi alasan utama pemerintah untuk tetap mempertahankan bahkan mengoptimalkan kapasitas produksi nasional.

“Pabrik-pabrik yang tadinya direncanakan untuk kita suntik mati, tapi sekarang tidak jadi. Karena ternyata permintaan sangat tinggi,” jelasnya.

Perkembangan tersebut juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk potensi komunikasi lanjutan dari pemimpin negara lain yang membutuhkan pasokan pupuk dari Indonesia.

Baca Juga: Dony Oskaria Tekankan Transformasi Pupuk Indonesia untuk Efisiensi dan Distribusi Tepat Sasaran

Baca Juga: 3 Negara Ajukan Permintaan Impor Pupuk Urea dari Indonesia

Untuk memanfaatkan momentum ini, Pupuk Indonesia Holding Company menargetkan ekspor pupuk mencapai 1,5 juta ton dalam satu tahun ke depan. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebutuhan petani dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

“Kita punya rencana dalam setahun ini kita punya stok dan bisa ekspor pupuk sebanyak 1,5 Juta Ton totalnya. Dan pastinya kebutuhan pupuk petani di dalam negeri pasti kita penuhi terlebih dahulu. Itu tidak akan kita utak-atik,” tegas Wamentan Sudaryono. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Tulungagung dan Ajudannya Ditetapkan jadi Tersangka Pemerasan
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Langkah PKB Targetkan Cak Imin Capres 2029 Dinilai Logis dan Strategis
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Tak Calonkan Diri Lagi Jadi Ketum PB IPSI, Ini Alasannya
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamenhaj Tegaskan Kenaikan Harga Avtur Tidak Akan Dibebankan ke Jemaah Haji
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Besok, Prabowo ke Rusia Bertemu Putin Bahas Geopolitik-Energi
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.