Emiten Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Dalam aksi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 21.875.000.000 saham baru Perseroan.
Dalam keterbukaan informasi yang dilansir Minggu (12/4), manajemen VKTR menyatakan bahwa dana yang diperoleh dari PMHMETD I setelah dikurangi biaya-biaya, akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan penyertaan modal ke perusahaan anak dalam rangka mendukung pengembangan bisnis Perseroan dan perusahaan anak di masa depan.
"Rencana penggunaan dana akan disesuaikan dengan kondisi pada saat HMETD diterbitkan dengan mempertimbangkan pengelolaan modal yang optimal untuk kepentingan Perseroan. Manajemen berhak melakukan penyesuaian penggunaan dana dengan mempertimbangkan keadaan dan faktor lain yang dianggap layak," ujar manajemen.
Lebih lanjut, Perseroan menilai langkah ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi. Rights issue ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kinerja keuangan.
"Tujuan dari rencana PMHMETD adalah pengembangan bisnis untuk mendukung pertumbuhan pendapatan, profitabilitas dan prospek usaha Perseroan ke depan, yang dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi Perseroan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan," jelas manajemen.
Dari sisi struktur permodalan, pelaksanaan PMHMETD I juga diproyeksikan akan memperkuat ekuitas Perseroan, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi VKTR untuk mengembangkan kegiatan usaha ke depan.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Kalau Jepang Punya Hino, Korea Punya Hyundai, Indonesia VKTR
Baca Juga: Minna Padi (PADI) Bidik Dana Segar Rp113,07 Miliar Lewat Rights Issue
Namun demikian, Perseroan mengingatkan adanya potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya dalam aksi ini. "Pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil porsinya atas saham baru dapat terdilusi sebesar maksimum 33,33%," tambah manajemen.
Sebagai bagian dari proses, VKTR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Mei 2026. Adapun pelaksanaan rights issue ini juga akan menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).





