Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui peningkatan kualitas tenaga kependidikan (tendik). Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop-Benchmarking Program Tendik Berdampak Tahun 2026 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) pada 6 hingga 10 April 2026 lalu.
Tak hanya itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang penguatan kompetensi sekaligus peningkatan profesionalisme tendik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan layanan pendidikan tinggi yang semakin cepat dan kompleks.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menekankan bahwa keberhasilan sistem pendidikan tinggi tidak lepas dari peran strategis tenaga kependidikan dalam mendukung operasional dan tata kelola perguruan tinggi.
“Kualitas layanan, kelancaran sistem, dan kekuatan tata kelola di perguruan tinggi itu sangat tergantung pada peran Bapak-Ibu semuanya (tendik, red). Tanpa dukungan tenaga kependidikan yang profesional dan adaptif, maka akan sulit bagi kita menghadirkan pendidikan tinggi yang benar-benar berkualitas,” ujar Menteri Brian kutip Minggu, 12 April 2026.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perubahan pola kerja tendik yang lebih responsif dan inovatif. Dalam konteks transformasi pendidikan tinggi, tendik kini dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong perbaikan sistem secara menyeluruh.
Dikesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menyampaikan bahwa Program Tendik Berdampak menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
“Program ini diinisiasi sebagai upaya strategis untuk memperkuat kompetensi, profesionalisme serta wawasan tenaga kependidikan, khususnya dalam mendorong adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan pelayanan prima pendidikan tinggi yang efisien, efektif, dan akuntabel,” ujar Dirjen Khairul.
Lebih lanjut, Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Sri Suning Kusumawardani, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang dikembangkan secara bertahap dan terintegrasi.
“Program ini mencakup berbagai peran penting dalam ekosistem perguruan tinggi, mulai dari pranata laboratorium pendidikan, pustakawan, pranata humas, analis SDM, analis kebijakan, arsiparis, hingga pranata komputer,” ucapnya.
Oleh karenanya, para peserta diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerjanya serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Melalui penguatan peran tendik, Kemdiktisaintek optimistis transformasi pendidikan tinggi dapat berjalan lebih efektif. Dukungan SDM yang profesional dan adaptif dinilai menjadi kunci dalam menciptakan perguruan tinggi yang mampu berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Editor: Redaksi TVRINews





