Sejumlah saham mencatat penurunan tajam saat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbilang impresif. Indeks berhasil melesat 6,14% pada periode 6-10 April 2026 dan ditutup di level 7.458,496, naik dari posisi 7.026,782 pada pekan sebelumnya.
Lonjakan ini juga diikuti peningkatan aktivitas perdagangan. Rata-rata volume transaksi harian naik 24,81% menjadi 32,28 miliar lembar saham, dibandingkan 25,87 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi pun ikut terdongkrak 17,26% menjadi Rp17,32 triliun dari Rp14,77 triliun.
Tak hanya itu, frekuensi transaksi harian meningkat 15,05% menjadi 2,05 juta kali dari sebelumnya 1,78 juta kali. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menguat 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari Rp12.305 triliun.
Namun di balik penguatan signifikan IHSG, sejumlah saham justru mengalami tekanan hebat. Beberapa emiten bahkan mencatat penurunan tajam sepanjang pekan.
Saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) menjadi yang paling terpuruk. Pada perdagangan Jumat (10/4), saham CHEM ditutup turun dan secara mingguan telah anjlok -28,47% ke level Rp98.
Baca Juga: IHSG Naik 6,14% Selama Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp13.189 Triliun
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 2,07% ke 7.458, Kabar Negosiasi Damai AS-Iran Jadi Katalis Positif
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, berikut 10 saham paling boncos dalam sepekan:
- PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) -28,47% ke Rp98
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) -20,99% ke Rp715
- PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) -16,67% ke Rp50
- PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) -14,29% ke Rp84
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) -14,09% ke Rp2.500
- PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) -12,74% ke Rp137
- PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) -12,61% ke Rp1.940
- PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) -11,67% ke Rp318
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) -11,25% ke Rp710
- PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) -10,53% ke Rp408
Fenomena ini menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak selalu mencerminkan kinerja seluruh saham secara merata. Di tengah euforia pasar, selektivitas tetap menjadi kunci bagi investor dalam menentukan pilihan saham.





