Defisit Anggaran AS Naik ke USD 164 Miliar Imbas Lonjakan Refund Pajak

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Defisit anggaran pemerintah federal Amerika Serikat pada Maret tercatat meningkat dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan pengembalian pajak seiring kebijakan pemotongan pajak baru bagi individu dan korporasi.

Mengutip Reuters, Departemen Keuangan AS melaporkan defisit Maret naik USD 4 miliar atau 2 persen menjadi USD 164 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, bantuan kepada petani juga tercatat meningkat.

Meski demikian, data anggaran bulanan belum menunjukkan lonjakan signifikan pada belanja perang Iran. Pengeluaran militer dan program pertahanan hanya naik USD 2 miliar atau 3 persen menjadi USD 65 miliar pada bulan pertama konflik dibandingkan Maret 2025.

Namun, pejabat pemerintahan Donald Trump memperkirakan biaya perang cukup besar. Dalam enam hari pertama saja, konflik disebut telah menghabiskan USD 11,3 miliar. Sementara itu, pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menyebut “biaya” perang mencapai USD 44 miliar, tanpa merinci sumber perhitungannya.

Pejabat Departemen Keuangan mengatakan, sebagian besar pengeluaran terkait perang seperti penggantian senjata akan tercermin dalam laporan bulan-bulan berikutnya.

Dari sisi perpajakan, pengembalian pajak individu melonjak tajam. Nilainya naik USD 15 miliar atau 22 persen menjadi USD 85 miliar menjelang tenggat pelaporan 15 April. Sementara itu, pengembalian pajak korporasi meningkat USD 5 miliar atau 215 persen menjadi USD 8 miliar.

Lonjakan ini dipicu berbagai insentif pajak baru, termasuk potongan untuk lembur, tip, bunga kredit mobil domestik, serta kenaikan batas pajak negara bagian dan lokal. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas pembebanan langsung untuk belanja modal dan biaya riset perusahaan.

Meski refund meningkat, ekonom menilai manfaat tersebut bisa tergerus kenaikan harga bahan bakar akibat perang Iran.

Defisit Semester I Turun

Untuk paruh pertama tahun fiskal 2026 (mulai 1 Oktober), defisit justru mengalami penurunan. Departemen Keuangan mencatat defisit turun USD 139 miliar atau 11 persen menjadi USD 1,169 triliun dibandingkan periode yang sama tahun fiskal 2025.

Penurunan ini didorong peningkatan penerimaan negara, terutama dari tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Trump. Penerimaan bea cukai sepanjang tahun berjalan mencapai USD 166,5 miliar, hampir empat kali lipat dari USD 43,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, penerimaan bea cukai mulai melemah pada Maret setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global besar yang diberlakukan berdasarkan undang-undang darurat.

Penerimaan bea cukai pada Maret tercatat USD 22,2 miliar, turun dari USD 26,6 miliar pada Februari. Meski begitu, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan USD 8,2 miliar pada Maret 2025.

Ke depan, penerimaan bea cukai berpotensi kembali turun karena sistem pembayaran yang biasanya tertunda satu bulan. Artinya, sebagian besar penerimaan Maret masih mencerminkan impor Februari sebelum penangguhan tarif 10 persen hingga 50 persen.

Secara keseluruhan, penerimaan pemerintah AS pada Maret mencapai USD 385 miliar, naik USD 17 miliar atau 5 persen. Sementara belanja negara naik USD 21 miliar atau 4 persen menjadi USD 549 miliar, keduanya menjadi rekor tertinggi untuk bulan Maret.

Jika disesuaikan dengan faktor kalender, defisit Maret diperkirakan mencapai USD 250 miliar, naik USD 9 miliar atau 4 persen dari tahun sebelumnya.

Sepanjang paruh pertama tahun fiskal, total penerimaan mencapai USD 2,483 triliun (naik 10 persen), sementara belanja meningkat menjadi USD 3,651 triliun (naik 2 persen).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Omdo Doang! Dedi Mulyadi Non Aktifkan Kepala Kantor Samsat Ini Usai Dapat Laporkan Netizen
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Warga Ramai Adukan Jalan Rusak ke Ijoel, Pengamat: Tanda Sistem Pemerintah Belum Maksimal
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Perang di Iran Sebabkan Lonjakan Inflasi dan Surutnya Daya Beli di Amerika
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia kalah 1-2 dari Thailand pada Piala BJK Grup I
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Mengapa Kanker Dapat Menyerang Orang dengan Pola Hidup Sehat?
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.