BRIN Kembangkan Nila Unggul, Dorong Produktivitas dan Hilirisasi Perikanan

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional menggandeng PT Indohatchery Bangun Insan Sejahtera (PT IBIS) untuk mengembangkan varietas unggul ikan nila industri. Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus memenuhi kebutuhan protein masyarakat yang terus meningkat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi BRIN dalam mendorong hilirisasi riset, agar hasil penelitian tidak berhenti di tahap awal, tetapi benar-benar diterapkan di sektor industri dan memberikan dampak nyata.

Kepala Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Fahrurrozi, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat sinergi antara riset dan industri.

“Riset harus mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Kolaborasi ini merupakan upaya konkret untuk memastikan hasil penelitian dapat dihilirisasi dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini sebenarnya telah dirintis sebelumnya oleh para peneliti, dan kini diformalkan sebagai bagian dari program strategis pengembangan budidaya ikan nila. Dengan penguatan hilirisasi ini, diharapkan nilai tambah dari hasil riset meningkat sekaligus mempercepat adopsi teknologi di sektor perikanan.

Dari sisi industri, Direktur Utama PT IBIS, Endang Nurikhwan, menyebut bahwa kolaborasi ini menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan daya saing.

“Produktivitas yang meningkat akan berdampak pada profitabilitas perusahaan serta kemampuan dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat dan mendukung usaha pelanggan,” ia menjelaskan.

Namun, ia juga mengakui bahwa industri masih menghadapi tantangan, terutama dalam meningkatkan performa produksi. Karena itu, dukungan riset dinilai menjadi kunci.

“PT IBIS tidak dapat berkembang optimal tanpa dukungan riset. Kami berharap BRIN dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan yang kami hadapi, terutama dalam meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Estu Nugroho, mengungkapkan bahwa keberhasilan budidaya ikan nila ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kualitas benih, kondisi air, dan pakan. Dari ketiganya, fokus riset saat ini diarahkan pada pengembangan benih unggul.

Ia menjelaskan bahwa proses pengembangan varietas dimulai dari identifikasi karakter fenotip ikan yang sesuai untuk kebutuhan industri budidaya intensif. Selanjutnya, dilakukan hibridisasi dan perbaikan kualitas induk untuk menghasilkan varietas dengan performa lebih baik.

Baca Juga: Kerja Sama KKP–JICA: Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan SDM Perikanan Jepang

Baca Juga: Investor China Siap Jajaki Pengembangan Perikanan dan Pertanian di Pemprov Papua

“Kami akan mengidentifikasi karakter ikan yang paling sesuai untuk industri, kemudian mengembangkannya menjadi varietas unggul yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan,” Estu menjelaskan.

Dengan pendekatan tersebut, varietas ikan nila yang dihasilkan diharapkan tidak hanya tumbuh optimal, tetapi juga adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan budidaya. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Rilis Operasi Militer di Lebanon, Serangan Tewaskan 13 Anggota Keamanan | KOMPAS PETANG
• 11 menit lalukompas.tv
thumb
Eksel Runtukahu Cetak Dua Gol, Persija Hajar Persebaya 3-0
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Polri tangkap Ki Bedil terkait penjualan senjata api ilegal di Jabar
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Vance Sebut AS Ajukan Tawaran Terakhir dan Terbaik Untuk Iran
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Prakiraan Jabodetabek 12 April: Hujan Ringan hingga Sedang
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.