Bisnis.com, MALANG—Produk busana muslim couple ibu dan anak dan umroh diminati dari Casila Indonesia diminati pasar bersamaan dengan terus tumbuhnya keluarga kelas menengah.
Desainer sekaligus Pemilik Casila Indonesia, Indah Casila Indonesia, mengatakan sebelumnya dirinya pada 2013 memulai bisnis busana menjadi reseller busana muslim yang hanya mengikuti tren mode saat itu.
“Tapi setelah menikah dan kembali ke Malang, mulai memuat brand busana muslim sendiri yang benar-benar segmented dengan brand Casila,” ujarnya dikutip Minggu (12/4/2026).
Arif Susanto, suami Indah, menambahkan keputusan membuat brand sendiri setelah dirinya melakukan riset pasar. Kesimpilannya, pasar, terutama keluarga kelas menengah muslim butuh produk fashion yang khas.
Pada 2022, Brand Casila benar-benar diterima pasar. Beruntung karena desain yang berorientasi pada busana muslim tidak banyak. Pemainnya relatif sedikit bila dibandingkan desainer busana konvensional.
Keunggulan lain, produk fashion dari Casila memiliki keunggulan kompetitif, yakni umur busana yang panjang.
Baca Juga
- KA Bangunkarta Anjlok, 6 Perjalanan KA Menuju Surabaya dan Malang Alami Keterlambatan
- Gangguan di Bumiayu, 1 Perjalanan KA Menuju Stasiun Malang Alami Penambahan Waktu Tempuh
- Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Layani 191.722 Penumpang di Malang Raya
“Jadi saya mendapat komentar dari pelanggan kalau baju anak-anak mereka ternayata masih pas untuk dipakai adik-adiknya,” ujarnya.
Hal itu bisa terjadi karena model selalu update. Di sisi lain, bahan bakunya, kain, kualitasnya baik sehingga bisa tahan lama.
“Karena itulah, kami dalam memproduksi busana, tidak menuruti tren pasar, melainkan percaya diri dengan desain kami,” ujarnya.
Kelemahannya jika busana mengikuti tren pasar, kata dia, bisa merepotkan saat lagi modelnya lagi booming. Dampaknya, dirinya harus memenuhi permintaan pelanggan yang sering tidak mampu terpenuhi.
Kelemahan lain, biasanya tren mode umurnya tidak lama. Jika dirinya terlanjur memproduksi busana dalam jumlah banyak, maka dikhawatirkan akan menumpuk di gudang karena tidak terserap pasar.
Dalam memasarkan produk, dia menegaskan, Casila menggandeng afiliator dan influence.
Bisnis busana terus berkembang saat Casila Indonesia bergabung dengan marketplace Shopee. Pesanan produk busana meningkat sampai mencapai puluhan ribu potong setiap pekan.
Namun pandemi Covid-19 mengerem pertumbuhan bisnis Casila.Banyak reseller yang bangkrut. Penjualan busana merosot tajam.
Dalam momen seperti itu, dia tidak pantang menyerah. Dia berinovasi busana couple ibu dan anak untuk umroh meresponnya bertumbuhnya keluarga kelas menengah muslim yang melakukan perjalanan umroh bersama keluarga.
Sejak 2023, saat Arif yang memang menangani masalah teknologi, bergabung dengan Shopee lewat Toko Casila Official Store.
Titik balik dari bisnis jualan busana muslim itu, baru mereka lakukan saat berada di Malang. Arif dan Indah bertekad membuat brand sendiri. Setelah melakukan banyak melakukan riset tentang kebutuhan busana muslim yang segmented, maka lahirlah brand dengan nama Casila.
“Baru sekitar 2022, kami membangun brand sendiri, dengan memproduksi sendiri baju-baju muslim yang kami jual. Tapi tetap dengan model busana syar’i untuk perempuan,” tambah Indah.
Produk pun mulai bertambah meski dengan tema busana muslim untuk ibu dan anak seperti gamis, kerudung hingga mukena.
Hasilnya menggembirakan. Perusahaan sudah mulai menemukan pola untuk jualan.
“Letika masuk Lebaran 2024, kami sudah bisa menjual produk Casila Indonesia dalam hitungan ribuan perbulan,” tuturnya.
Puncaknya sejak 2025 dan hingga triwulan pertama 2026 ini, utamanya ketika sudah bersama-sama Shopee, produk Casila Indonesia yang dibuat oleh empat tim penjahit yang ada di Malang Raya, benar-benar mampu mewarnai khasanah busana syar’i di Indonesia.
Menurut Indah, salah satunya busana syar’i dengan model segitiga di depan bawah, sudah menjadi trade mark di Indonesia karena sebelumnya, busana syar’i yang standar saja. Kalau tidak datar, dibuat melingkar di bawah.
Untuk memperkuat positioning serta memperluas jangkauan pasar Casila Indonesia, mereka benar-benar memanfaatkan afiliator dan influencer. Selain dari sisi produk yang dibuat sangat simpel namun timeless.
Sedangkan untuk mempertahankan posisi merek Casila yang menyasar menengah ke atas, mereka melahirkan sister brand untuk mewadahi kalangan umum hingga menengah ke bawah. Lahirlah merek Babykulucu, Kusukasi dan Al-Hafizku.
“Jadi kami punya tren tersendiri, yang berbeda dari trend di pasar. Desainnya juga kami sendiri yang buat. Penjahitnya memanfaatkan tenaga kerja lokal Malang Raya. Termasuk delapan karyawan yang ada di show room kami,'' jelas Indah.
Menurutnya, Shopee memiliki kontribusi sekitar 50%n dari omzet seluruh kanal penjualan Casila Indonesia yang show room-nya berada di Poncokusumo, Kabupaten Malang. Bahkan dalam tiga bulan pertama di 2026, penjualan Casila Indonesia, sudah mencapai 40% dari total penjualan sepanjang 2025.
“Obsesi kami akan memperluas pasar dengan menggandeng biro umroh agar pesertanya bisa memanfaatkan produk kami yang dimasukkan dalam biaya umroh. Ini pasar yang besar,” ujar Arif.





