Mentan Amran Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi Teknologi Pertanian

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam hilirisasi teknologi pertanian agar capaian produksi pangan nasional tidak berhenti di hulu, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan sektor pangan harus diikuti kontribusi konkret dari kampus.

“Capaian stok beras nasional yang diproyeksikan menembus 5 juta ton harus diiringi dengan peran aktif kampus dalam mendorong inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian,” kata Amran saat menghadiri kegiatan yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Jakarta, Sabtu (11/4).

Ia menyebut capaian produksi pangan nasional saat ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia.

“Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produksi dalam negeri membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor dan bahkan berdampak pada pasar global. 

“Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun,” jelasnya.

Namun demikian, Amran mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal produksi, melainkan bagaimana inovasi bisa benar-benar diterapkan di lapangan. Ia menekankan bahwa kampus harus berperan aktif, bukan sekadar seremonial.

“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kelemahan perguruan tinggi yang selama ini masih kurang dalam hilirisasi dan pemasaran hasil riset. Karena itu, ia mendorong para perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam menghadirkan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin ke depan, yang mensuplai, traktor, alat pertanian, itu dari ITS. Pasti bisa,” tegasnya.

Sebagai contoh, ia menyinggung inovasi alat mesin pertanian berupa traktor perahu yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi secara massal.

“Traktor, apa namanya itu? Oh ini sudah jadi ya? Nah ini traktor perahu. Sudah, diperbaiki terus, rekayasa kita adakan,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Amran, siap mendukung dan menyerap inovasi dalam negeri selama kampus mampu memproduksi dalam skala besar serta menjaga kualitas.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk memperkuat kemandirian nasional.

Baca Juga: Amran Klaim RI Punya Stok Beras Terbesar Sepanjang Masa, Tembus 4,5 Juta Ton

Baca Juga: Tiru Brasil, Mentan Amran Optimistis Indonesia Mandiri Energi Lewat Bahan Bakar E20

“Kita sama-sama, gandengan tangan. Enggak ada istilah Unhas (Universitas Hasanuddin, IPB (Institut Pertanian Bogor), dan ITS. Kita harus kolaborasi, demi Merah Putih,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Amran mengajak seluruh kampus dan alumni untuk bergerak bersama dalam hilirisasi berbasis kebutuhan nasional.

“Ayo kita bergerak di hilirisasi, meneliti sesuai kebutuhan negara,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balita 3 tahun kejang ditolak RS karena tidak punya BPJS, polisi Sat PJR Banten gercep turun tangan
• 6 jam lalubrilio.net
thumb
Desainer RI Tampil di Milan, Dorong Ekonomi Kreatif, Intip Yuk Beauty!
• 5 jam laluherstory.co.id
thumb
Link Live Streaming Liverpool Vs Fulham, Pertandingan Malam Ini Jam 23.30 WIB
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Setelah Pakai Rompi Tahanan KPK karena Kasus Pemerasan, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Minta Maaf
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu dan Ajudan Tersangka Pemerasan
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.