Arab Saudi memastikan kapasitas distribusi minyaknya kembali normal pada Minggu (12/4), beberapa hari setelah serangan menghantam fasilitas energi di tengah konflik kawasan.
Serangan yang terjadi pada Kamis (9/4) itu sempat mengganggu produksi dan distribusi minyak dalam skala signifikan.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan kapasitas penuh pipa East-West kini telah kembali mencapai sekitar tujuh juta barel per hari. Pipa ini menjadi jalur ekspor utama, terutama saat Selat Hormuz ditutup.
"Fasilitas energi dan pipa yang terdampak telah pulih dan kembali beroperasi," tulis kementerian dalam pernyataannya lewat akun X.
Sebelumnya, serangan itu menargetkan fasilitas minyak, gas, dan listrik di Riyadh, Provinsi Timur, serta Kota Industri Yanbu. Saudi tidak menyebutkan dari mana serangan itu berasal.
Namun dampaknya, kapasitas produksi minyak Saudi sempat turun sekitar 600 ribu barel per hari dan aliran di pipa East-West berkurang sekitar 700 ribu barel per hari.
Produksi di ladang minyak Manifa yang sebelumnya terdampak sekitar 300 ribu barel per hari kini telah dipulihkan. Sementara itu, pemulihan masih berlangsung di fasilitas Khurais yang juga kehilangan kapasitas sekitar 300 ribu barel per hari akibat serangan.
Pemerintah Saudi menyebut pemulihan cepat ini penting untuk menjaga "keandalan dan kesinambungan pasokan" energi, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar global yang sempat terguncang akibat gangguan tersebut.





