Ratusan Dapur MBG di Jawa hingga Wilayah Timur Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menangguhkan atau menghentikan sementara operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wilayah II (Pulau Jawa) dan Wilayah III (bagian timur) Indonesia.

Hal itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai standar kualitas dan keamanan pangan.

Baca Juga :
Kadin Institute Beri Contoh Program MBG Bisa Transformasi Ekonomi Nasional
Akui ada Miskomunikasi, Purbaya: Tahun Ini Tidak Ada Lagi Pembelian Motor Listrik MBG

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Doni Dewantoro melaporkan, hingga saat ini jumlah SPPG yang dihentikan sementara di Wilayah II mencapai 362 unit. Dalam laporan periode 6 hingga 10 April 2026, terdapat tambahan 41 SPPG yang dikenakan sanksi penghentian sementara.

UMKM di Desa Danasri, Jawa Tengah, yang terbantu MBG
Photo :
  • Dok. Istimewa

"Sampai hari ini, SPPG di Wilayah II yang dihentikan sementara berjumlah 362 SPPG. Laporan minggu ini, tanggal 6-10 April, terdapat 41 SPPG yang dihentikan sementara. Penindakan ini merupakan bagian dari komitmen BGN dalam menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta tata kelola operasional di lapangan," kata Doni dalam keterangannya, dikutip Minggu, 12 April 2026.

Dari rincian laporan, pada Senin, 6 April 2026 terdapat sembilan SPPG yang dihentikan sementara dengan berbagai temuan, seperti tidak adanya pengawas gizi dan keuangan di Bogor, Jawa Barat; menu yang tidak layak di Brebes, Jawa Tengah; serta sejumlah dapur di Jawa Timur yang masih dalam tahap renovasi.

Tidak ada penambahan kasus pada Selasa, 7 April 2026, tetapi pada Rabu, 8 April 2026, jumlah penindakan meningkat menjadi 15 SPPG di berbagai daerah. Selain faktor renovasi, ditemukan pula dugaan kejadian menonjol berupa gangguan pencernaan di Cimahi, Jawa Barat; persoalan manajemen organisasi di Kendal, Jawa Tengah; serta ketiadaan pengawas gizi di Purworejo, Jawa Tengah.

Selanjutnya pada Kamis, 9 April 2026, sebanyak 14 SPPG kembali dihentikan sementara. Permasalahan yang ditemukan meliputi aspek sumber daya manusia (SDM) di Jakarta Selatan, serta dugaan gangguan pencernaan di Bogor, Jawa Barat; Tasikmalaya, Jawa Barat; dan Bantul, DIY; di samping renovasi yang masih mendominasi.

Kemudian, pada Jumat, 10 April 2026, terdapat tiga SPPG yang ditindak, dengan temuan berupa renovasi yang belum selesai, dugaan gangguan pencernaan di Mojokerto, Jawa Timur; serta menu tidak layak di Sampang, Madura.

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah
Photo :
  • tvOne

Sementara itu, di Wilayah III, BGN juga melakukan langkah serupa. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN Rudi Setiawan menyebutkan, dari total sekitar 4.300 SPPG, sebanyak 165 unit di antaranya telah dihentikan sementara karena tidak mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Baca Juga :
Efisiensi, Komisi IX DPR Minta BGN Batalkan Pengadaan Motor Listrik
Komisi IX DPR Bakal Panggil Kepala BGN Pekan Depan Buntut Pengadaan Motor Listrik
Komisi IX DPR Buka Peluang Panggil BGN, Jelaskan Urgensi Pengadaan Motor Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral! Motor Terbakar di Lampu Merah Maros, Diduga Korsleting saat Bonceng Tiga
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Strategi Pemerintah Percepat Swasembada Pangan
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Program MBG Bawa Berkah bagi Usaha Potong Karanganyar, Produksi Tembus 2,3 Ton per Hari
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Terganggu Bising Knalpot Brong, Warga Sleman Sweeping Mandiri Sejumlah Motor
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Licik Bupati Tulungagung Peras Pejabat OPD
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.