HARIAN FAJAR, SURABAYA – Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar di Super League 2025/20206. Bajul Ijo saat ini kerap jadi lumbung gol bagi lawan-lawannya. Pelatih Bernardo Tavares pun mengeluhkan hal tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa pada akhir musim akan melakukan cuci gudang pemain.
Hingga pekan ke-27, Persebaya Surabaya sudah kebobolan sebanyak 33 gol. Partai terakhir dipermak Persija 3-0. Catatan ini menjadi salah satu yang terburuk di antara enam besar klasemen sementara Super League 2025/2026. Hanya Malut United yang memiliki jumlah kebobolan serupa, meskipun menduduki posisi keempat.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa transisi di lini belakang menjadi kelemahan yang harus segera diperbaiki oleh timnya. Ia mengungkapkan bahwa perbaikan ini sudah menjadi fokus latihan mereka, meskipun hasilnya belum terlihat signifikan di lapangan.
“Pertama, saya setuju dengan Anda. Saya sudah membicarakan hal ini sebelum pertandingan tandang kami melawan Borneo FC. Saya rasa kami perlu meningkatkan transisi pertahanan. Kami melatih ini. Kami perlu meningkatkan kontrol kedalaman dan celah, dan kami sedang melatih hal ini,” jelas Bernardo Tavares.
Perbaikan Mental Jadi Kunci Kesuksesan PersebayaSelain permasalahan teknis, Tavares menegaskan bahwa aspek mental pemain juga menjadi faktor krusial yang harus diperbaiki. Ia menyoroti penurunan fokus dan kontrol emosi saat menghadapi situasi sulit dalam pertandingan.
“Namun, yang saya rasakan saat ini adalah ketika keadaan tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun. Dan fokus kami tidak boleh menurun, karena jika kami ingin menjadi tim yang bagus, kami juga perlu meningkatkan mentalitas kami,” katanya saat ditemui usai pertandingan.
Lebih lanjut, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa kesalahan yang terus berulang, termasuk kebobolan penalti, menyulitkan Persebaya untuk meraih kemenangan.
“Dan inilah yang perlu kami kerjakan. Bagaimanapun, ini adalah satu lagi pertandingan di mana kami melakukan banyak kesalahan, dan saya tidak akan melupakannya karena tim yang ingin mendiskusikan permainan dan kebobolan penalti seperti ini, akan sangat sulit untuk memenangkan pertandingan,” pungkasnya.
Sementara itu, kekalahan ini semakin menegaskan urgensi Persebaya untuk segera memperbaiki pertahanan dan mental agar tetap kompetitif di sisa musim BRI Super League 2025/2026.
Di sisi lain bonek sudah ramai-ramai mengkirik kinerja pemain Persebaya. Terutama barisan pemain asingnya yang dinilai minim kontribusi terhadap tim. Tidak heran jika muncul seruan untuk merombak pemain asing musim depan.





