REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Prediksi kemarau panjang akibat El Nino Godzilla mulai menjadi perhatian masyarakat luas. Namun, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia yang masih sering diguyur hujan menimbulkan pertanyaan: mengapa hujan masih terjadi di tengah isu El Nino?
Menanggapi hal ini, Pakar Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika iklim. Utamanya karena Indonesia saat ini masih berada pada masa peralihan musim.
Baca Juga
Hadapi El Nino Godzilla, Menteri PU Bakal Isi Penuh Bendungan
El Nino Godzilla Mengintai, Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
El Nino Ekstrem Mengintai, Ibu Hamil Jangan Sampai Abai
"Karena ini masih pancaroba, dan awal musim juga tidak seragam di semua wilayah Indonesia," jelas Sonni dalam keterangan tertulis, dikutip Ahad (12/4/2026).
la menegaskan bahwa hujan yang masih turun tidak serta-merta menandakan prediksi keliru. Menurutnya, indikasi menuju kemarau panjang tetap terlihat berdasarkan adanya kecenderungan suhu muka laut yang meningkat di Samudera Pasifik.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"lya, karena suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah dan timur kawasan tropis cenderung meningkat," kata dia.
Kondisi tersebut menjadi sinyal awal berkembangnya fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia pada saat musim penghujan. Bahkan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang yakni sekitar enam bulan.
Sonni mengungkapkan bahwa awal musim kemarau berpotensi datang lebih cepat dari biasanya, khususnya di wilayah Pulau Jawa yang umumnya memasuki kemarau pada Juli. Menurutnya, percepatan ini berkaitan dengan adanya kenaikan suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur yang menyebabkan berkurangnya pembentukan awan di Indonesia.