Asa Baru dari Sekolah Rakyat, Ibu Welas Berterima Kasih Cucunya Bisa Sekolah Gratis

tvrinews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Surakarta

Di usia senjanya yang telah menginjak 74 tahun, Ibu Welas tak lagi mampu berjualan sayur keliling seperti dulu. Namun, satu hal yang masih ia genggam erat adalah harapan akan masa depan cucunya, Julio, yang tumbuh dalam asuhan di Kampung Kedung Tungkul, Mojosongo, Jebres, Surakarta, di tengah keterbatasan ekonomi.

Julio memiliki jalan hidup yang tidak mudah. Sejak berusia satu tahun, ia kehilangan sang ayah. Perjalanan pendidikannya pun sempat terhenti di bangku kelas 3 SD. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan di luar rumah dengan pergaulan bebas, bahkan sempat terlibat dalam perilaku kenakalan remaja.

“Dulu Julio nakal. Sama temen-temannya sering lempar-lemparan batu atau pisau (tawuran),” tutur Ibu Welas, Minggu 12 April 2026.

Kondisi tersebut sempat membuat sang nenek sangat khawatir. Dengan segala upaya, ia mencari jalan agar cucunya kembali menempuh pendidikan hingga akhirnya Julio didaftarkan ke Sekolah Rakyat. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan berasrama gratis yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Setelah bergabung di Sekolah Rakyat, perubahan positif mulai terlihat pada diri Julio. Ia kini menunjukkan sikap yang jauh lebih tenang, kembali menikmati proses belajar, dan memiliki kedekatan emosional yang lebih hangat dengan neneknya.

“Senang (Julio di Sekolah Rakyat) di bisa mendekap, merangkul, menciumi saya. Katanya, Mak aku seneng, di sini (rumah) sering dimarahi. Di sekolah gak pernah dimarahi,” ujar Welas menirukan ucapan cucunya.

Bagi Ibu Welas, keberadaan sekolah tersebut memberikan ketenangan luar biasa. Selain menjadi ruang aman bagi cucunya untuk tumbuh, ketiadaan biaya harian sangat membantu beban finansial keluarga. Sebelumnya, Julio kerap meminta uang saku yang cukup besar bagi ukuran ekonomi mereka setiap harinya.

Kini, harapan Ibu Welas kembali tumbuh. Di tengah keterbatasan dan usia yang kian menua, ia hanya berharap agar Julio bisa menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki hidup yang layak di masa depan.

“Pengennya pinter dan cucu saya jadi orang baik. Tidak terlantar. Saya sudah tua. Nani sewaktu-waktu dipanggil yang maha Kuasa, nitip cucu saya Julio. Baik-baik di sana. Jadi orang yang baik,” harap sang nenek lirih.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan pendidikan yang diberikan kepada cucunya tersebut.

“Matur nuwun Pak Prabowo. Putu kulo pun sekolah teng Sekolah Rakyat. Matur sembah nuhun. Kadose pinter, dados tiang sing genah. (Terima kasih Pak Prabowo, cucu saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Semoga cucu saya jadi orang yang hidupnya baik),” ujar Welas.

Bagi keluarga kecil ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan titik balik penting yang menyelamatkan dan mengubah arah hidup Julio menjadi lebih baik.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kualitas Udara Serpong dan Jakarta Terburuk se-Indonesia Pagi Ini
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Gol Kilat 33 Detik dan Drama! Napoli Gagal Menang, Scudetto Terancam?
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
KBRI Dili Imbau WNI Waspada Tawaran Kerja di Timor-Leste
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Memang Layak Jadi Kapten Timnas Indonesia! Aksi Berkelas Jay Idzes Lerai Keributan Pemain Sassuolo vs Genoa Jadi Sorotan di Eropa
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Anak Ingin Memelihara Hewan, Seorang Ibu Malah Membeli Seekor Babi, Picu Perbincangan Hangat
• 20 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.