Dodo, pembudidaya dan pedagang ikan dari Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, semakin semangat bekerja.
Pasalnya, sejak Presiden RI, Prabowo Subianto, melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ikan yang dia budidayakan selalu habis terserap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebelum ada program MBG, dalam sehari ikan yang dipelihara Dodo terserap 3 kuintal. Itu pun dari berbagai macam ikan, yakni gurame, patin, lele, nila, dan kakap.
Kini, ketika program MBG bergulir, dia bisa menjual hingga 1 ton per minggu. Bahkan, pada saat permintaan tinggi, dalam satu hari bisa terserap 1 ton.
“Petani kini semakin semangat memelihara ikan karena pasti laku,” kata Dodo, Minggu (12/4).
Dodo mengatakan keberadaan program MBG juga memberi tantangan tersendiri bagi pembudidaya ikan. Pasalnya, MBG membuatnya kewalahan untuk menyediakan ikan. Apalagi, banyak pelanggan individu yang mengambil ikan darinya.
“Tentu permintaan semakin meningkat dan akhirnya produksi tidak seimbang. Makanya, akhir-akhir ini pedagang sering kesulitan mencari ikan konsumsi,” kata dia.
Dia berharap ke depan pemerintah membina para pembudidaya ikan, terutama pemelihara ikan rumahan seperti dirinya. Selain untuk memenuhi kebutuhan MBG, semakin banyak peternak ikan juga akan membuat ekonomi lokal bergerak.
Saat ini, Dodo hanya bisa menyuplai ikan untuk tiga SPPG. Itu pun kadang tidak dapat memenuhi semua permintaan.
“Program MBG ini terlihat sekali dampak ekonominya. Sangat luar biasa. Kami selaku pedagang ikan sangat merasakan dampaknya,” kata dia.
Untuk itu, dia meminta Prabowo tidak menghentikan program MBG. Apalagi, program ini juga dapat menggerakkan pedagang komoditas lain seperti pedagang sayur, telur, susu, hingga beras. Masyarakat sekitar juga dilibatkan di dapur MBG untuk bekerja serasi.bagai juru masak, pendistribusi makanan, hingga petugas administ
“Perputaran ekonomi di sekitar kita, begitu, Mas. Bapak Presiden, saya petani dari Klodran mengucapkan terima kasih. Dengan program Bapak ini, perputaran ekonomi kami rasakan,” kata dia.





