Israel Melancarkan Serangan Udara ke Lebanon Selatan, Kedua Pihak Akan Berunding di Washington pada 14 April

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

Setelah Israel melancarkan serangan udara ke Hizbullah di Lebanon pada 8 April, pada 10 April Israel kembali menyerang kota Nabatiyeh di wilayah selatan Lebanon. Di saat yang sama, Lebanon tengah bersiap untuk memulai perundingan gencatan senjata dengan Israel.

EtIndonesia. Menurut laporan AFP, Hizbullah  yang didukung Iran telah menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret, yang menyebabkan Lebanon terseret ke dalam konflik Timur Tengah. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dan operasi darat ke wilayah selatan Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon pada 10 April memperbarui data korban, menyatakan bahwa serangan udara Israel pada 8 April telah menewaskan 357 orang—lebih tinggi dari angka sebelumnya 303 orang—serta melukai 1.223 orang.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara pada 8 April telah menewaskan lebih dari 180 pejuang Hizbullah, dan menambahkan bahwa jumlah korban masih terus diperbarui.

Konflik ini telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi, dengan lebih dari 140.000 orang tinggal di tempat penampungan sementara.

Pada 10 April 2026, sebuah ekskavator membersihkan puing-puing bangunan di distrik Hai Salom, Beirut. Bangunan tersebut menjadi sasaran serangan udara Israel awal pekan ini. (FADEL itani / AFP via Getty Images)

Kantor Presiden Lebanon dalam pernyataannya pada 10 April menyebutkan bahwa Duta Besar Lebanon untuk Amerika Serikat, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, serta Duta Besar AS untuk Lebanon telah mengadakan konferensi telepon pertama pada malam hari tersebut.

Selanjutnya, pihak kepresidenan Lebanon mengumumkan bahwa pada 14 April akan diadakan pembicaraan di Washington dengan Israel untuk membahas kemungkinan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah serta dimulainya negosiasi lebih lanjut.

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyerukan kepada pemerintah Lebanon agar tidak memberikan “konsesi gratis” kepada Israel sebelum perundingan dimulai.

Selain itu, di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon, perwakilan Amerika Serikat dan Iran juga akan mengadakan perundingan di Pakistan. Saat ini, perbedaan posisi antara kedua pihak masih cukup besar, dan pandangan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang juga berbeda-beda.

Rekaman yang diambil pada 10 April 2026, dari Galilea Atas di Israel utara menunjukkan asap tebal mengepul setelah serangan udara Israel di Lebanon selatan dekat perbatasan. (Jalaa MAREY / AFP via Getty Images)

Presiden Trump menyatakan tetap berharap kesepakatan dapat tercapai. Namun, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dalam sebuah surat menunjukkan sikap tegas dengan menyatakan bahwa Iran akan menuntut kompensasi atas perang ini dan berupaya memperoleh kendali resmi atas Selat Hormuz.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Marapi Erupsi, Semburkan Abu 500 Meter ke Arah Tenggara
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Alarm Keras Keselamatan Kelistrikan
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Pelayanan Khusus Atlet Asing Disiapkan, Imigrasi Bidik Event Dunia
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Mangkunegaran Run 2026: Jadwal, Rute Bersertifikat Internasional, dan Dampak Ekonomi bagi Kota Solo
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Dilaporkan Hilang, Nelayan Maluku Tengah Terombang-ambing hingga ke Raja Ampat
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.