Strategi Fuso dan Tako Bantu Pangkas Biaya Logistik Indonesia

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Biaya logistik Indonesia yang ditargetkan turun dari 14,2% menjadi 12,5% pada 2029 membutuhkan peran banyak pihak, tak terkecuali Mitsubishi Fuso sebagai produsen kendaraan dan PT Tako Anugerah Koporasi (Tako) selaku pelaku logistik.

Chief Executive Officer PT Tako Anugerah Koporasi Melky Tako menyampaikan pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin melakukan efisiensi operasional melalui optimalisasi kendaraan. Namun, upaya menekan biaya logistik nasional masih terhambat oleh mahalnya tarif tol dan risiko downtime kendaraan. 

Melky menilai efisiensi logistik sangat bergantung pada campur tangan pemerintah, terutama dalam kebijakan tarif tol yang dinilai belum mendukung optimalisasi distribusi.

Menurutnya, keberadaan jalan tol seharusnya memangkas waktu tempuh secara signifikan. Namun, tarif yang tinggi membuat pelaku usaha belum sepenuhnya memanfaatkan jalur tersebut.

“Kalau perjalanan tanpa tol 2 jam, dengan tol bisa 1 jam. Ini berarti efektif dan bisa efisiensi. Tapi tarif tol yang masih terlalu tinggi membuat kami belum bisa menggunakan secara maksimal,” ujarnya kepada wartawan, dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Secara umum, efisiensi waktu berbanding lurus dengan penghematan biaya operasional, khususnya konsumsi bahan bakar. Semakin lama waktu tempuh, semakin besar biaya yang harus ditanggung perusahaan.

Baca Juga

  • Mitsubishi Fuso Bersama Pelaku Industri Dukung Sertifikasi SDM Logistik
  • Mitsubishi Fuso Pasok 20.600 Unit Truk untuk Kopdes Merah Putih
  • Soal Impor Pikap India, Fuso Minta Pemerintah Lindungi Industri Lokal

Di sisi lain, Melky menekankan bahwa efisiensi logistik tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kemampuan perusahaan menjaga operasional armada tetap berjalan tanpa gangguan.

“Kami berburu dengan waktu. Kami tidak boleh ada downtime kendaraan,” katanya.

Dia menjelaskan, perawatan berkala menjadi kunci untuk menekan waktu henti kendaraan. Perusahaan dituntut mampu mengatur jadwal servis secara disiplin agar operasional tetap optimal.

Sementara itu, dari sisi produsen kendaraan, dukungan efisiensi logistik dilakukan melalui penyesuaian produk dan penguatan layanan purnajual.

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Fuso) Aji Jaya mengatakan pihaknya menyiapkan kendaraan sesuai kebutuhan konsumen, baik dari sisi spesifikasi maupun dimensi, guna meningkatkan efisiensi penggunaan armada.

Selain itu, strategi utama perusahaan terletak pada layanan after sales atau purnajual yang dirancang untuk memastikan kendaraan tetap beroperasi tanpa gangguan.

“Kami punya strategi bagaimana kendaraan konsumen ini tidak berhenti beroperasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, layanan tersebut mencakup pelatihan bagi pengemudi dan mekanik, hingga pemantauan kendaraan secara real time. Langkah ini bertujuan menjaga kondisi kendaraan tetap prima dan mendorong produktivitas operasional.

Menurutnya, faktor sumber daya manusia juga menjadi elemen krusial dalam mendukung efisiensi logistik. Standarisasi dan sertifikasi bagi pengemudi dan teknisi dinilai penting untuk memastikan operasional berjalan sesuai prosedur.

Dengan dukungan teknologi pemantauan, perusahaan juga dapat mengontrol perilaku berkendara dan mengingatkan jadwal perawatan secara disiplin. Hal ini dinilai mampu menekan risiko kerusakan dan meningkatkan utilisasi kendaraan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas Guguran Pagi Ini
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Minta Korban Penipuan PT DSI Ajukan Ganti Rugi ke LPSK
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintahan Seamless: dari Transisi ke Cara Kerja Negara
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal dan Cara Unduh Kartu Peserta UTBK SNBT 2026, Begini Tahapannya
• 29 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.