GAMKI hingga API Soroti Video Pernyataan Pak JK soal Syahid, Tempuh Langkah Hukum

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama beberapa lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan (ormas) lain menyoroti penggalan video pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla di UGM tentang syahid yang belakangan beredar di media sosial.

Pernyataan JK di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dimaksud, yakni "Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti."

BACA JUGA: LBH ABP Menilai Pernyataan JK di UGM soal Konsep Keagamaan Tidak Tepat

Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat menyampaikan tiga hal merespons pernyataan JK tersebut.

"Pertama, menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," kata Sahat di Sekretariat DPP GAMKI, Jakarta, Minggu (12/4/2026), dikutip dari siaran pers.

BACA JUGA: JK Didorong Bicara Langsung kepada Prabowo

Kedua, pihaknya mengecam keras pernyataan Jusuf Kalla yang menurutnya telah menyakiti hati umat Kristen serta menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Berikutnya, GAMKI dan lembaga Kristen serta ormas lainnya bakal menempuh langkah hukum atas pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Dituduh Mendanai Roy Suryo CS Mempersoalkan Ijazah Jokowi, Pak JK Bakal Lapor Polisi

"Ketiga, bersama ini kami yang terdiri dari berbagai Lembaga Kristen dan Organisasi Masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke Kepolisian RI," kata Sahat yang menyatakan langsung menuju Polda Metro Jaya.

Pernyataan pernyataan sikap dan konferensi pers GAMKI dilakukan bersama Dewan Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Perjuangan Masyarakat Pluralisme, DPP Si Pitung, DPP Horas Bangso Batak, DPP Pasukan Manguni Makasiouw, DPP Aliansi Timur Indonesia, Tim Manguni, dan Timur Indonesia Bersatu.

Kemudian, dari Pemuda Batak Bersatu, Advokat Raja-Raja Batak, Gaharu Nusantara Bersinar, Diaspora, Tegas Jaga Indonesia, Patriot Garda Indonesia, Badan Kerja Sama Gereja dan Lembaga, Forum Jurnalis Batak, Garda Borgo Manguni, Seknas Indonesia Maju, dan Kejayaan Nusantara Cerdas.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Delegasi AS Tinggalkan Pakistan, Negosiasi Nuklir dengan Iran Gagal Capai Kesepakatan | KOMPAS PAGI
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia–Rusia Sepakati Penguatan Kerja Sama di Sektor Energi, Pertanian, dan Industri Prioritas
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mangkunegaran Run 2026: Jadwal, Rute Bersertifikat Internasional, dan Dampak Ekonomi bagi Kota Solo
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Ukraina-Rusia Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Paskah Ribuan Kali
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Wapres Lepas Keberangkatan Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.