Dinkes Sampang temukan 90 warga diduga menderita campak

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Sampang (ANTARA) - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menemukan sebanyak 90 orang di wilayah itu.

"Jumlah warga yang diduga terserang campak ini hasil laporan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Sampang hingga 31 Maret 2026," kata Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-KB Kabupaten Sampang Laili Nafilah di Sampang, Minggu.

Ia menjelaskan, dari total 90 warga yang diduga terserang penyakit campak itu, sebanyak 11 di antaranya telah diambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Menurut Laili, para penderita tersebar hampir di semua kecamatan dengan jumlah terbanyak di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Banyuanyar, Tambelangan dan Puskesmas Robatal.

Baca juga: BPOM: Perluasan penggunaan vaksin campak perkuat pengendalian KLB 2026

"Di tiga puskesmas ini, jumlah pasien yang menjalani perawatan lebih dari 10 orang atau mencapai belasan orang," katanya.

Laili menjelaskan, para penderita umumnya mengalami demam tinggi hingga 40 derajat selsius, batuk kering, pilek, mata merah/berair, dan bercak putih di dalam mulut (bintik Koplik).

Berikutnya mengalami ruam merah makulopapular (sedikit menonjol), dan biasanya muncul antara 3 hingga 5 hari setelah gejala awal, dimulai dari belakang telinga dan wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

"Gejala lain yang juga bisa dikenali dari penyakit campak adalah nafsu makan menurun, badan lemas, dan letih, serta diare atau muntah-muntah," katanya.

Baca juga: Kemenkes tetapkan KLB campak di tujuh daerah Sulawesi Selatan

Sementara itu, Kabupaten Sampang tercatat sebagai salah satu kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah penderita campak tinggi, selain Kabupaten Sumenep, Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan.

Pada 2025, jumlah penderita tercatat di kabupaten ini sebanyak 653 orang, dan umumnya merupakan anak berusia sembilan bulan hingga tujuh tahun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Irene Sebut Chicago The Musical Bukti Teater Indonesia Siap Go Global
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Koptan Kampar Jaya Bersama Jalin Sinergi Dengan Agrinas
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Jepara Kembali Angkat Kejayaan Seni Ukir Lewat Pameran Tatah 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kinerja Lebaran Lesu, Lonjakan Okupansi Hotel Hanya Bertahan Dua Hari
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Imigrasi Indonesia Makin User-Friendly! Atlet Asing Bebas Antre di Bandara, Sekjen Perbasi: Ini Dukungan Luar Biasa!
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.