Diduga Keracunan, Pria di Sleman Ditemukan Tewas di Mobil Usai Sebulan Hilang

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Warga Pedukuhan Pojok Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, yang tengah kerja bakti dikejutkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi tak bernyawa. Pria tersebut berada di dalam mobil Honda BRV yang terparkir di lahan kosong, Minggu (12/4).

Saat itu, warga yang sedang mengambil pasir di Balai Dusun Pojok Tiyasan melihat mobil terparkir di Balai Dusun. Kemudian warga mengeceknya.

Di dalam mobil itu, ada sosok pria berkaus lengan pendek hitam dan celana pendek abu-abu. Posisinya sedang duduk di belakang kemudi.

"Identitas orang yang meninggal dunia inisial ALB (29) laki-laki, mahasiswa, warga Jepara," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro dalam keterangannya, Senin (13/4).

Hasil keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, mobil telah terparkir kurang lebih satu bulan lamanya atau saat pertengahan bulan puasa pada Maret lalu.

Keterangan yang dari pihak keluarga ke polisi, ALB meninggalkan rumah saudaranya sejak 5 Maret pada pagi hari.

"Meninggalkan rumah saudaranya sejak hari Kamis, 5 Maret 2026 pukul 07.25 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, yang bersangkutan terlihat meninggalkan rumah saudaranya di Condongcatur Depok Sleman, dengan mengendarai mobil Honda BRV berwarna sand khaki pearl hijau mutiara," katanya.

Sejak saat itu ALB tidak pernah kembali. Ponsel tak bisa dihubungi. Saat pergi dompet yang berisi KTP dan SIM ditinggal di rumah saudara.

Diduga Keracunan Karbon Monoksida

ALB diduga tewas karena keracunan karbon monoksida.

"Polisi telah melakukan cek TKP, analisa CCTV sekitaran lokasi. Koordinasi dengan RS Bhayangkara Polda DIY untuk minta Visum et Repertum. Dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh Tim inafis dan Forensik RS Bhayangkara tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan," kata Argo.

Namun, keluarga menolak dilaksanakan autopsi kepada tubuh korban.

"(Keluarga) menerima atas kejadian musibah tersebut. Selanjutnya korban dibawa pulang oleh keluarganya ke Jepara," katanya.

Argo mengatakan berdasarkan lebam berwarna merah cerah di jenazah, diduga korban keracunan karbon monoksida.

"Dicurigai keracunan karbon monoksida karena di dalam mobil terlalu lama. Perkiraan Waktu kematian diperkirakan meninggal sekitar 15 sampai dengan 37 hari karena di ruangan tertutup," katanya.

Di dalam mobil juga ditemukan barang-barang korban seperti jam tangan, ponsel Samsung, tas pinggang, TWS, serta botol parfum.

Polisi mengimbau kepada masyarakat agar peka pada kondisi sekitar.

"Segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan mobil yang terparkir lama di area publik atau pinggir jalan untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSKDN Dorong Tabalong Lakukan Lompatan Inovasi, Tapi Harus Berbasis Data dan Kolaborasi
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenperin Percepat Transformasi Manufaktur Lewat Platform Digital dan AI untuk Daya Saing Global
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Ogah Mengantre
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Seminar Tanggap Bencana, Menbud Tekankan Solusi Nyata Lindungi Cagar Budaya
• 12 jam laludetik.com
thumb
Revisi HPM Berlaku Hari Ini, Harga Bijih Nikel Diproyeksi Melonjak
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.