Puting beliung menerjang Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/4/2026) sore. Akibatnya, 30 ribu ayam ternak terdampak. Kerugian ditaksir mencapai Rp 6 miliar.
Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Sejumlah kandang ayam mengalami kerusakan parah hingga porak-poranda.
Sore itu, hujan deras melanda Kabupaten Pati selama satu jam. Angin puting beliung menerjang area peternakan ayam dan merusak empat kandang milik warga hingga bagian atapnya beterbangan dan runtuh.
Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, mengatakan saat itu kondisi hujan semakin deras, ditambah angin yang begitu kencang. Kemudian, angin menerjang kandang ayam milik warga.
"Sore itu cuaca begitu ekstrem. Peristiwa itu mengakibatkan kerusakan kandang ayam," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (13/4).
Ia menambahkan, empat kandang ayam milik warga mengalami kerusakan berat di bagian atap. Selain itu, sekitar 30 ribu ekor ayam terdampak.
"Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 6 miliar untuk kerusakan kandang ayam serta sekitar Rp 800 juta akibat kerugian ternak ayam," terang Sahlan.
Sahlan memastikan pada kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Kerusakan berupa material kandang ayam dan puluhan ribu ekor ayam.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
"Masyarakat tetap berhati-hati apabila ada bencana serupa. Terutama saat hujan deras dan angin kencang," imbuhnya.
Sebelumnya BMKG menyebut periode pancaroba (peralihan musim hujan ke kemarau) terjadi sekitar April–Mei 2026. Ciri pancaroba adalah hujan masih sering turun, tapi tidak menentu. Kadang panas terik, tiba-tiba hujan deras, sering disertai angin kencang dan petir.





