Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat pohon tumbang akibat cuaca ekstrem melanda lima desa di Kecamatan Haurwangi. Tidak ada korban jiwa maupun rumah rusak, namun penanganan sempat terhambat karena ukuran pohon yang cukup besar.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat mengatakan pohon tumbang berukuran besar terjadi di Desa Haurwangi, Sukatani, Ramasari, Kertasari, dan Cipeuyeum. Peristiwa itu dipicu hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Sabtu petang, 11 April 2026.
"Rata-rata di satu desa terdapat dua sampai tiga titik pohon besar tumbang, sehingga penanganan dilakukan bersama puluhan petugas gabungan yang disebar ke lima desa," kata Asep, dilansir dari Antara, Senin, 13 April 2026.
Baca Juga :
Penanganan bersama petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan baru dapat dilakukan pada Minggu pagi, 12 April 2026. Sebab, hujan deras masih terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Sebagian besar pohon tumbang terjadi di area kosong yang jauh dari permukiman warga. Namun, kejadian itu sempat menutup akses jalan penghubung antardesa, termasuk jalur utama Bandung–Cianjur di Desa Cipeuyeum.
Upaya penanganan cepat ditargetkan tuntas pada Minggu petang. Sedangkan pohon yang menutup akses jalan di lima desa pada Minggu siang sudah dapat dilalui secara bergantian agar aktifitas warga tidak terhambat.
Jalan Raya Cipanas-Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, salah satu jalur rawan terjadi pohon tumbang yang harus diwaspadai pengendara saat melintas terutama ketika hujan lebat disertai angin kencang. ANTARA/Ahmad Fikri.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat melintas di jalur utama Cianjur terutama pada petang dan malam hari. Hujan deras disertai angin kencang kerap terjadi pada waktu tersebut.
"Sudah hampir satu pekan hujan deras disertai angin kencang terjadi pada petang hingga malam dengan intensitas tinggi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam," ujarnya.
Seiring cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya menyiagakan seluruh petugas dan 360 Relawan Tangguh Bencana (Retana). Mereka bertugas untuk mengawasi, melaporkan, dan melakukan tindakan cepat ketika terjadi bencana termasuk evakuasi warga.




