REPUBLIKA.CO.ID, PATI -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Program ini difokuskan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan prioritas, termasuk yang berada di daerah tertinggal dan terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menyatakan, revitalisasi menjadi bagian dari kebijakan strategis nasional untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, aman, dan merata.
Baca Juga
Cara Pakai Sunscreen yang Benar, Hindari 5 Kesalahan Ini
Arab Saudi Larang Penggunaan Visa Non-Haji untuk Berhaji
Cegah Jamaah Haji Ilegal, Arab Saudi Perketat Akses ke Makkah Mulai Hari Ini
“Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat. Ini sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ujar Abdul Mu'ti saat meresmikan program di SMP Negeri 8 Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Ahad (12/4/2026).
Pada 2025 lalu, program revitalisasi didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun dan telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Intervensi yang dilakukan mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, hingga sarana sanitasi dan fasilitas pendukung lainnya.
Di Kabupaten Pati, sebanyak 90 satuan pendidikan telah menerima manfaat program tersebut untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah. Pemerintah berharap perbaikan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pendidik.