Tempuh 80 Km Setiap Hari, Kisah Pedagang Bubur Tambun Bertahan demi Keluarga

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Keterbatasan kesempatan kerja tak membuat Budi Akbar (31) menyerah.

Setelah kontrak kerjanya di salah satu pabrik berakhir pada 2019, warga Kampung Buwek, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, ini memilih bangkit dengan menekuni usaha berjualan bubur ayam.

Demi menghidupi keluarganya, ia rela menempuh perjalanan hingga 80 kilometer pulang-pergi setiap hari menuju kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tempat ia menggantungkan harapan dan penghasilan.

Baca juga: 03.00 WIB Sudah Ngebul, Rahasia Kampung Bubur Tambun Menaklukkan Jakarta

"Setelah habis kontrak saya langsung ikut abang ipar jualan bubur. Dan keterusan sampai sekarang," ujar Budi saat ditemui Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Keputusan Budi berjualan di Jakarta bukan tanpa alasan.

Ia meneruskan usaha mertuanya yang telah lebih dahulu memiliki pelanggan setia di kawasan tersebut sejak 1980-an.

Baca juga: Identitas Mayat di Kali Tambun Bekasi Masih Misterius, Polisi Temukan Luka di Pelipis

"Mertua dulu jualan di sana sama teman-temannya. Tapi dulu mah kontrak di Jakarta. Jadi ya memang udah ada pelanggan, saya tinggal nerusin doang," kata dia.

Selain itu, keterbatasan lokasi strategis di wilayah tempat tinggalnya menjadi pertimbangan untuk tetap berjualan di Jakarta.

Perbedaan harga jual per porsi juga membuat Budi memilih mencari rezeki di ibu kota.

Bubur ayam yang dijual Budi dibanderol Rp 12.000 per porsi, harga yang tetap ia pertahankan agar terjangkau, meski sebagian harga bahan baku mengalami kenaikan.

Baca juga: Mayat Pria Berseragam SMP Ditemukan Mengambang di Kali Tambun Bekasi

Rutinitas Budi dimulai sejak dini hari.

Ia bangun sekitar pukul 02.00 WIB untuk mengolah bubur, setelah sebelumnya menyiapkan bumbu dan topping sejak sore hari.

Dalam proses ini, ia dibantu oleh sang istri.

Sekitar pukul 05.00 WIB, ia berangkat menuju lokasi berjualan dan biasanya kembali ke Bekasi sekitar pukul 11.00 WIB, tergantung cepat atau lambat dagangannya habis.

Baca juga: Pencuri Pagar Masjid di Tambun Bekasi Diduga Bukan Warga Sekitar

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sepulang berdagang, Budi biasanya membeli bahan baku untuk berjualan keesokan harinya di warung langganannya di Jalan Buwek Raya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 13 April 2026: Hujan Turun Sore hingga Malam
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Gagal Menang Telak, Persib Tetap Kokoh di Puncak Klasemen
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jangan Anggap Enteng Komponen Kaki-Kaki, Cermati Mana yang Cepat Rusak!
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Chelsea Vs City: Bantai Chelsea, City Dekati Arsenal
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Sidang Nadiem, Auditor BPKP: Kerugian Pengadaan Chromebook Rp 1,5 T
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.