INET Mau Tambah Kegiatan Usaha di Bidang Perdagangan Besar Telekomunikasi

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan rencana strategis untuk memperluas lini usahanya melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru, yakni 46523 yang mencakup perdagangan besar telekomunikasi.

Langkah ini dinilai sejalan dengan core business Perseroan sebagai penyedia jasa internet dan penyewaan jaringan fiber optik, sekaligus menjadi upaya memperluas peran dalam ekosistem industri telekomunikasi.

"Dengan memasukkan kegiatan perdagangan besar telekomunikasi, perusahaan dapat memperluas rantai nilai dari sekadar penyedia infrastruktur dan layanan konektivitas menjadi pelaku aktif dalam distribusi perangkat, komponen, dan solusi telekomunikasi seperti switch, router, optical transceivers, kabel serat optik, panel distribusi, serta perangkat akses dan agregasi," kata manajemen.

Melalui strategi ini, Perseroan berupaya melakukan integrasi vertikal yang memungkinkan efisiensi operasional. Mulai dari pengadaan komponen dengan harga lebih kompetitif melalui pembelian skala besar, hingga pengendalian kualitas perangkat dalam instalasi dan pemeliharaan jaringan.

Tak hanya itu, ekspansi ini juga membuka peluang margin bisnis yang lebih besar dari sisi perdagangan, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk menjangkau segmen pelanggan yang lebih luas, seperti ISP lain, kontraktor jaringan, hingga korporasi yang membutuhkan solusi jaringan end-to-end.

Manajemen menjelaskan bahwa keputusan ini telah melalui berbagai pertimbangan, termasuk analisis pasar, risiko operasional, kebutuhan investasi awal, serta dampaknya terhadap tata kelola dan sumber daya manusia.

Permintaan perangkat telekomunikasi yang terus meningkat seiring percepatan digitalisasi dinilai menjadi peluang besar bagi Perseroan.

"Penambahan KBLI 46523 akan berdampak langsung pada struktur pendapatan perusahaan dengan membuka sumber pendapatan baru dari aktivitas perdagangan besar perangkat dan komponen telekomunikasi," ujar manajemen.

Secara jangka panjang, diversifikasi ini berpotensi meningkatkan pendapatan dan margin kotor, terutama jika Perseroan mampu mengelola rantai pasok, negosiasi dengan pemasok, serta strategi harga dengan optimal.

Namun demikian, manajemen juga memahami adanya potensi risiko apabila tidak diiringi perencanaan keuangan yang matang.

Baca Juga: INET Buka Suara Soal Perubahan Kerja Sama dengan Surge (WIFI)

Baca Juga: Raih Pendapatan Rp91,81 Miliar, Laba INET Lompat 1.743% di 2025

"Secara keseluruhan, jika dijalankan dengan manajemen modal kerja dan pengendalian biaya yang baik, penambahan KBLI dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui pertumbuhan pendapatan dan margin diversifikasi; namun tanpa perencanaan keuangan yang memadai, perubahan ini berisiko menekan likuiditas, menurunkan profitabilitas sementara, dan memperbesar beban keuangan," tambah manajemen.

Sebagai tindak lanjut, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026, termasuk pembahasan studi kelayakan terkait rencana ekspansi tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiba di Moskow, Prabowo Segera Bertemu Putin Bahas Kemitraan Strategis
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
BMKG: 3 Fenomena Picu Cuaca Ekstrem Senin 13 April 2026, 4 Provinsi Siaga Hujan Lebat
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
KPAI Serukan Percepat Platform Digital Patuhi PP Tunas
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Comeback Kontroversial! Doni Salmanan Langsung Panen Duit di IG, Netizen: Padahal Korbannya Banyak Jatuh Miskin
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Sidang Chromebook Memanas, Pengacara Emosi ke Auditor BPKP: Hukum Saja Nadiem Sekarang
• 59 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.