JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) di wilayah Indonesia untuk periode 14 hingga 20 April 2026.
Awan Cumulonimbus dikenal sebagai awan hujan yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan pertumbuhan awan CB akan meluas pada periode tersebut, yang dapat memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang di berbagai wilayah, bahkan dalam beberapa kasus dapat memicu angin puting beliung.
Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus 14-20 April 2026BMKG mencatat sejumlah wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori tinggi atau Frequent (FRQ), yaitu cakupan awan lebih dari 75 persen.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Hujan Jabodetabek 13-14 April 2026, Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Siaga
Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Laut Banda
- Laut Flores
- Sumatera Selatan
Kondisi ini menunjukkan potensi cuaca ekstrem yang lebih besar dibandingkan wilayah lain.
Selain itu, BMKG mencatat potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori Occasional (OCNL) atau cakupan 50-75 persen di banyak wilayah Indonesia.
Wilayah-wilayah dengan kategori OCNL mencakup:
- Aceh
- Bengkulu
- Jambi
- Riau
- Sumatera Barat
- Sumatera Utara
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Hujan Jabodetabek 13-14 April 2026, Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Siaga
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur
- Papua
- Papua Barat
- Papua Pegunungan
- Papua Tengah
- Papua Selatan
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- awan cumulonimbus
- cuaca 14 april 2026
- BMKG
- cuaca hari ini
- cuaca ekstrem
- hujan lebat





