Selena Gomez Ungkap Pernah Salah Diagnosis Kondisi Bipolar

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Selena Gomez kembali angka suara soal isu kesehatan mental. Ia membagikan pengalaman pribadinya dalam podcast “Friends Keep Secrets” bersama suaminya, Benny Blanco. Dalam siniar tersebut, Selena mengungkap bahwa dirinya sempat menerima salah diagnosis perihal kondisi kesehatannya.

Pengakuan ini langsung menarik perhatian, karena menunjukkan bahwa proses untuk memahami kesehatan mental tidak selalu berjalan lurus. Ia pertama kali mengumumkan diagnosis bipolar yang dialaminya pada 2020, saat berbincang dengan Miley Cyrus dalam sesi Instagram Live.

Selena menjelaskan bahwa jauh sebelum mendapatkan diagnosis tersebut, ia sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia mengalami perubahan emosi yang tidak konsisten, mulai dari rasa takut, cinta, hingga dorongan impulsif yang sulit dikendalikan.

Namun, pada saat itu, kondisi tersebut belum sepenuhnya dipahami, bahkan oleh tenaga profesional yang ia temui. Ia sempat berpindah dari satu terapis ke terapis lain, mencoba mencari jawaban yang lebih akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

Proses Diagnosis yang Tak Mudah

Bagi Selena, proses diagnosis itu tidak mudah. Selena mengaku harus berbicara dengan banyak orang dan bahkan menjalani perawatan di beberapa fasilitas rehabilitasi. Dari pengalaman tersebut, ia perlahan mulai memahami pola emosinya.

Ia juga menyadari bahwa perjalanan menuju diagnosis yang tepat membutuhkan waktu, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari bantuan. Semua proses itu pada akhirnya membantu dirinya lebih mengenali kondisi mental yang selama ini ia rasakan.

Dalam podcast tersebut, Benny Blanco juga membagikan pengamatannya sebagai pasangan. Ia menyebut bahwa Selena terkadang mengalami episode mania tanpa langsung menyadarinya. Dalam beberapa kasus, Selena baru menyadari setelah fase tersebut berlangsung.

Hal ini menunjukkan bahwa bipolar bukan hanya soal perubahan suasana hati biasa, tetapi kondisi yang kompleks dan membutuhkan pemahaman lebih dalam, baik dari diri sendiri maupun orang terdekat.

Pentingnya Support System

Meski begitu, Selena mengaku kini jauh lebih sadar akan kondisi dirinya. Ia bisa mengenali tanda-tanda awal saat emosinya mulai berubah, sehingga dapat mengambil langkah lebih cepat untuk mengelolanya. Ia bahkan mengatakan tidak merasa malu dengan kondisi tersebut.

Sebaliknya, ia melihatnya sebagai bagian dari dirinya yang perlu dipahami, bukan disembunyikan. Kesadaran ini membuatnya lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Selena menekankan pentingnya memiliki support system yang tepat. Baginya, kehadiran pasangan yang memahami kondisi mentalnya sangat membantu dalam menghadapi masa-masa sulit. Ia merasa didengar dan diterima, bukan dihakimi. Hal ini menjadi pengingat bahwa dukungan emosional dari orang terdekat bisa memberikan dampak besar bagi seseorang yang sedang berjuang dengan kesehatan mental.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Simak Deretan Saham-saham yang Layak Dikoleksi di Awal Pekan Ini
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Maigus Nasir Kukuhkan Pengurus Masjid Al Mukarramah 2026–2029
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Ramalan Rebound Aset Kripto pada Kuartal II/2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Dua Anggota Delegasi Indonesia Ikut Berlayar di Global Sumud Flotilla dari Spanyol
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkot Jaksel Targetkan Keruk 6.842 Meter Kubik Lumpur Kali Krukut
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.