Harga Minyak Goreng Berpotensi Terimbas Kenaikan Harga Plastik

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Harga minyak goreng, terutama premium, tengah terdampak kenaikan harga minyak sawit mentah atau CPO. Harga minyak goreng tersebut juga berpotensi terimbas kenaikan harga plastik kemasan.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), per 10 April 2026, harga rerata nasional minyak goreng premium sebesar Rp 21.578 per liter. Dalam sebulan, harga minyak nabati dari sawit itu naik 2,03 persen.

Sementara harga rerata nasional Minyakita sebesar Rp 15.961 per liter. Dalam sebulan, harga minyak goreng kemasan program Minyak Goreng Rakyat itu naik tipis 0,48 persen. Harga tersebut masih di atas harga eceran tertinggi (HET) Minyakita yang ditetapkan pemerintah Rp 15.700 per liter.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, Senin (13/4/2026), mengatakan, kenaikan harga minyak goreng, terutama premium, disebabkan kenaikan harga CPO. Di sisi lain, kenaikan harga plastik beserta bahan bakunya juga tengah menjadi isu yang perlu diwaspadai.

“Selama ini, minyak goreng menggunakan kemasan dari plastik. Oleh karena itu, kenaikan harga plastik beserta bahan bakunya dapat berdampak pada minyak goreng,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara hibrida di Jakarta.

Kenaikan harga plastik beserta bahan bakunya juga tengah menjadi isu yang perlu diwaspadai.

Trading Economics mencatat, per 13 April 2026, harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia sebesar 4.538 ringgit Malaysia per ton. Harga komoditas tersebut turun 2,25 persen secara harian, serta naik masing-masing 0,04 persen secara bulanan dan 7,69 persen secara tahunan.

Adapun harga polietilen di China 8.338 yuan per ton. Harga salah satu bahan baku utama plastik itu turun 1,66 persen secara harian dan 3,41 persen secara bulan, serta naik 13,49 persen secara tahunan.

Baca JugaEfek Domino Naiknya Harga Bahan Baku Plastik ke Indonesia

Menurut Nawandaru, di tengah kenaikan harga minyak goreng premium, masyarakat masih bisa mendapatkan Minyakita dengan harga yang lebih terjangkau. Apalagi, pemerintah telah memperkuat pasokan dan distribusi Minyakita melalui kebijakan kewajiban memasok kebutuhan domestik (DMO) Minyakita minimal sebesar 35 persen melalui Perum Bulog dan ID Food.

Sejak kebijakan itu diterapkan pada 26 Desember 2025, realisasi DMO Minyakita ke kedua badan usaha milik negara (BUMN) itu terus bertambah. Per 10 April 2026, total realsiasi DMO Minyakita ke kedua BUMN itu sebanyak 211.960 ton atau sekitar 49,45 persen dari total realisasi DMO.

“Artinya, realisasi DMO tersebut sudah jauh di atas targe mininal 35 persen. Kami berharap Bulog dan ID Food mendistribusikan Minyakita ke pasar-pasar rakyat secara konsisten dan berkala. Pasokan Minyakita di wilayah timur Indonesia juga perlu ditingkatkan,” katanya.

Kenaikan harga beras

Dalam rapat itu juga terungkap, harga beras medium dan premium mulai merangkak naik. Jumlah daerah di Indonesia yang mengalami kenaikan harga beras juga bertambah dalam sepekan terakhir.

Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengungkap, per pekan kedua April 2025, harga rerata nasional beras medium sebesar Rp 14.287 per kilogram (kg) atau naik 0,22 persen dibandingkan Maret 2026. Dalam perbandingan yang sama, harga rerata nasional beras medium naik tipis 0,17 persen menjadi Rp 16.047 per kg.

Harga beras medium dan premium itu berada di atas HET nasional yang ditetapkan pemerintah. Rerata HET beras medium dipatok Rp 13.500 per kg dan beras premium Rp 14.900 per kg.

“Dalam sepekan, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras juga bertambah dari 72 daerah menjadi 83 daerah,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha perberasan menyatakan, kenaikan harga beras premium disebabkan kenaikan harga gabah di tingkat petani dan kemasan dari plastik. Harga gabah kering panen di tingkat petani dI sejumlah daerah di Jawa Barat, misalnya, naik dari Rp 6.800 per kg menjadi Rp 7.300 per kg.

Sementara harga harga karung kemasan plastik kapasitas 50 kg naik dari Rp 1,9 juta per bal (berisi 1.000 lembar) menjadi Rp 3,15 per bal. Harga kantong plastik kapasitas 5 kg juga naik dari Rp 2.560 per lembar menjadi Rp 5.020 per lembar (Kompas, 12/4/2025).

Baca JugaHarga Beras Naik Gegara Lonjakan Harga Plastik dan Gabah

Namun, dalam rapat pengendalian inflasi itu, isu kenaikan harga plastik kemasan untuk bahan pangan pokok minim dibahas. Isu tersebut hanya sedikit disinggung Kemendag kala membahas perkembangan harga minyak goreng dan Minyakita.

Untuk mengatasi kenaikan harga beras, Nawandaru mengusulkan agar Badan Pangan Nasional (Bapanas) meningkatkan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ia menilai, selama ini, pendistribusian beras SPHP efektif untuk menekan kenaikan harga beras.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir Balaw juga meminta distribusi beras SPHP, terutama di wilayah Papua dan Maluku, ditingkatkan. Apalagi, per 13 April 2026, cadangan beras pemerintah di Bulog sangat berlimpah, yakni 4,65 juta ton.

Realisasi penyaluran beras SPHP hingga 12 April 2026, baru sekitar 98.000 ton atau 11,94 persen dari target.

Menanggapi hal itu, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi Dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan, target penyaluran beras SPHP pada 2026 sebanyak 828.000 ton. Realisasinya hingga 12 April 2026, baru sekitar 98.000 ton atau 11,94 persen dari target.

Beras SPHP itu merupakan instrumen yang sangat penting untuk menstabilkan pasokan dan harga beras. Oleh karena itu, Bulog harus segera mempercepat penyaluran beras SPHP.

“Percepatan itu terutama harus dilakukan di daerah-daerah yang realisasi distribusi beras SPHP-nya masih rendah, seperti di DKI Jakarta, Aceh, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Saat ini, harga beras medium dan premium di daerah-daerah itu juga masih berada di atas HET,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Justin Bieber YouTube-an di Coachella, Katy Perry: Untung Pakai Premium
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Brand Minuman Menantea Tutup Seluruh Gerai Pada 25 April 2026
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Rudal, BMKG Ungkap Fakta Benda Langit Bercahaya yang Terlihat di Malang
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Gish Gallop dan Terdistorsinya Cara Masyarakat Menilai Kebenaran di Media Sosial
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
JK Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Ceramah soal Mati Syahid
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.