11.014 Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos PKH-BPNT

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar mengungkapkan, terdapat 11.014 orang yang tidak lagi menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk triwulan II 2026.

Amalia menyebutkan, belasan ribu orang itu dicoret berdasarkan pembaharuan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan setiap tiga bulan.

"Kami sudah membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos, kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos atau dibersihkan sekitar 11.014 orang. Itu yang kita sebut sekali lagi sebagai inclusion error," kata Amalia di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Mensos Pastikan Bansos Triwulan 2 Cair: Paling Lambat Akhir Bulan

Ia menjelaskan, DTSEN mendeteksi kenaikan desil berdasarkan peningkatan kondisi ekonomi keluarga pda 11.014 orang tersebut.

Oleh karena itu, mereka tidak lagi tercatat sebagai kelompok yang berhak menerima bansos.

"Tadi ada sekitar 1.511 keluarga yang berada di desil lima sampai sepuluh. Ini sudah menjadi bagian dari inclusion error yang 11.014 itu," ucap Amalia.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan, sejumlah masyarakat yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan bansos berpeluang menerima bansos.

Baca juga: Mulai 10 April Data Diperbarui, Bansos PKH-BPNT Cair Pekan Kedua, Begini Cara Cek Penerima

"Ada yang sebelumnya tidak pernah menerima jadi menerima. Ada yang selama ini menerima, mereka tidak menerima lagi di triwulan kedua ini. Memang datanya dinamis," tutur Saifullah.

Perbaruan data ini dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang bertujuan memastikan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat lebih tepat sasaran.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Data ini krusial tapi sangat menentukan bansos atau bantuan bantuan pemerintah bisa tepat sasaran," ucapnya.

Apabila ada protes dari masyarakat, Saifullah mempersilakan untuk komplain keberatan melalui saluran yang telah disediakan oleh Kemensos, antara lain lewat operator desa, RT dan RW, Dinas Sosial, Command Center 121 atau WA Center 08877171171.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Undana Jadi Mitra Strategis Pemerintah Atasi Masalah Gizi di NTT
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kasus di Gunung Ungaran, Dokter Ungkap Alasan Balita Rawan Kena Hipotermia
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Dosen Baru Sadar ADHD di Usia Dewasa, Ini Tanda dan Risikonya
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Justin Hubner Kecam NAC Usai Permasalahkan Paspor Pemain Indonesia
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina butuh satu kemenangan agar lolos ke grand final Proliga
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.