DTSEN Diperbarui Tiap 3 Bulan agar Bansos dan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Kementerian Sosial memastikan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus dimutakhirkan secara berkala setiap tiga bulan untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos), sekaligus menjadi dasar program Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang kerap disapa Gus Ipul, mengatakan pemutakhiran rutin DTSEN menjadi kunci agar data penerima bansos semakin akurat dan minim kesalahan.

“Penyaluran bansos berbasis pada DTSEN yang terus dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali. Alhamdulillah DTSEN semakin solid dan error-nya terus menurun,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Gus Ipul menjelaskan, pada triwulan kedua 2026, Kemensos telah menerima DTSEN versi terbaru lebih cepat dari biasanya. Jika sebelumnya data diterima setiap tanggal 20, kini bisa diterima pada tanggal 10 sehingga mempercepat proses penyaluran bansos.

“Ini kesepakatan bersama agar penyaluran bisa lebih cepat. Kita bisa terima 10 hari lebih awal,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, DTSEN hasil pemutakhiran tidak hanya digunakan untuk penyaluran bansos triwulan kedua, tetapi juga menjadi basis penjangkauan siswa Sekolah Rakyat.

“Yang ada adalah penjangkauan (bukan pendaftaran) berbasis DTSEN, khususnya untuk masyarakat di desil 1 dan desil 2,” jelasnya.

Selain itu, pemadanan data DTSEN dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Dukcapil juga terus diperkuat guna memastikan validitas data penerima manfaat.

Perbaikan secara Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan pemutakhiran DTSEN versi kedua 2026 mencakup perbaikan data individu dan keluarga secara nasional.

“Pemutakhiran ini mencakup data kematian, kelahiran, hingga reaktivasi NIK dan kartu keluarga,” ujar Amalia.

Ia juga mengungkapkan tingkat inclusion error dalam penyaluran bansos tergolong sangat kecil, yakni hanya 11.014 keluarga atau sekitar 0,06 persen dari total 18,15 juta penerima bansos pada triwulan pertama.

“DTSEN semakin rapi dan solid karena kami bisa membersihkan penerima yang seharusnya tidak mendapatkan bansos,” katanya.

Kemensos menargetkan penyaluran bansos triwulan kedua mulai berjalan pada minggu ketiga April 2026, dengan proses pencairan dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Penyaluran ditargetkan rampung paling lambat akhir bulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yah Sayang Banget, Lagu-lagu Hits Lokal Ngetop Ini Tak Ada di Platform Spotify
• 3 jam laluintipseleb.com
thumb
BSKDN Kemendagri Minta HSU Perbarui Inovasi, Jangan Berhenti di Satu Titik
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Usai Eksepsi Ditolak, Sidang Kasus Pembunuhan Kacab Bank Akan Dilanjut dengan Memeriksa 17 Saksi
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Mobil Listrik VS Mobil Konvensional, KOLEKSI: Ini Perbandingan Biayanya!
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Inflasi Pengamat, Deflasi Kompetensi Pejabat
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.