JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan ragu-ragu dalam menangani aksi premanisme yang terjadi di wilayahnya.
Pramono menyampaikan hal itu menanggapi kasus dugaan premanisme berupa pungutan liar yang dialami seorang sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dikutip dari tayangan Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Senin (13/4/2026), Pramono menyebut dirinya telah memerintahkan jajaran untuk menindaklanjuti dugaan premanisme tersebut.
“Saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap itu,” kata dia.
Baca Juga: Usai Viral Laporan Warga via JAKI Dibalas Foto AI, Pramono akan Kumpulkan Petugas PPSU Pekan Depan
“Nggak ada kompromi lagi. Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya nggak ragu-ragu untuk itu,” tegasnya.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang sopir bajaj yang tengah membawa penumpang menjadi korban dugaan premanisme di depan Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pelaku meminta uang sebesar Rp2 ribu setiap kali sopir bajaj menaikkan penumpang. Jika dihitung, sopir bajaj mengaku terpaksa menyetor hingga total Rp100 ribu per hari.
Jika menolak, pelaku tak segan mengintimidasi korban.
Seorang sopir bajaj, Arief, membenarkan adanya dugaan pungutan liar tersebut. Ia berharap tidak ada lagi intimidasi atau pemaksaan terhadap sopir bajaj.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- gubernur dki jakarta
- pramono anung
- pungutan liar
- preman tanah abang
- sopir bajaj
- premanisme





