REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati dan Chiki Fawzi turut berlayar bersama Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Keduanya turut mengawal tiga kapal yang disumbangkan rakyat Indonesia untuk misi kemanusian menembus blokade Gaza, Palestina.
Maimon, dan Chiki berlayar bersama para relawan dan aktivis internasional lainnya melalui Pelabuhan Moll de la Fusta, Barcelona, Spanyol.
Pelepasan para partisipan pelayaran sudah dilakukan pada Ahad (12/4/2026). Maimon mengatakan, pada seremonial yang digelar kemarin, sebanyak 30 armada Global Sumud Flotilla dilepas mengarungi Laut Mediterania.
“Ada sebanyak 30 kapal resmi bertolak dari Barcelona untuk berlayar menuju Gaza, Palestina dalam misi kemanusian Global Sumud Flotilla yang diikuti sektiar seribuan partisipan dari berbagai negara,” kata Maimon, Senin (13/4/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Dua perwakilan delegasi Indonesia, yakni Chiki Fawzi dan Maimon Herawati ikut berlayar,” ujar Maimon. Sementara, dua delegasi GPCI lainnya, yakni Muhammad Husein, Syafawi, dan Sugandhi yang ikut melepas para relawan dan aktivis Global Sumud Flotilla di Spanyol, diberangkatkan ke Libya untuk menyusuri jalur darat dalam misi serupa menuju Gaza via Mesir.
“Tiga delegasi Indonesia, Muhammad Husein, Syafawi, dan Sugandhi ikut konvoi darat melalui Libya,” kata Maimon.
Indonesia, melalui peran GPCI menyumbangkan tiga kapal dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla 2.0.
Tiga kapal tersebut direncanakan untuk diberi nama Kapal Faizol Ramadhon, Kapal Malahayati, dan Kapal Hasanuddin. Tiga kapal dari hasil urunan warga Indonesia melalui konsorsium aktivisme Palestina di Indonesia itu akan bergabung bersama ratusan kapal-kapal kemanusian lainnya yang akan berlayar menembus blokade Gaza.