Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Daffa Azmi, bersama timnya mengembangkan sebuah aplikasi bernama NutriTrack MBG yang dirancang untuk membantu memantau kualitas makanan.
Inovasi ini mengantarkan mereka meraih tiga penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit #20 Chapter Malaysia-Singapore yang digelar pada 23-26 Februari lalu. Dalam kompetisi tersebut, tim Daffa mendapatkan penghargaan First Best Innovation Project, Second Best Presentation Project, serta Best Team.
Ajang ini menantang peserta untuk merancang solusi atas berbagai persoalan global yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
NutriTrack MBG dikembangkan berdasarkan kondisi di lapangan, khususnya dalam evaluasi program MBG di Indonesia. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, namun masih ditemukan sejumlah kendala, seperti kasus keracunan, keterlambatan distribusi, hingga kualitas makanan yang kurang baik.
“Program MBG ini adalah langkah pemerintah untuk memberikan gizi terbaik bagi anak-anak. Tapi faktanya di lapangan masih ada beberapa kasus seperti keracunan, keterlambatan distribusi, sampai makanan yang dilaporkan berbau tidak sedap,” jelas Daffa seperti dikutip dari laman UMM, Senin (13/4).
Melihat hal tersebut, aplikasi ini dirancang sebagai sistem pemantauan terintegrasi yang dapat diakses oleh berbagai pihak, mulai dari siswa, orang tua, pemasok bahan pangan, hingga pengelola program. Tujuannya adalah mendukung proses pengawasan dan evaluasi agar berjalan lebih transparan.
Salah satu fitur utama NutriTrack MBG adalah transparansi informasi gizi. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengetahui kandungan nutrisi makanan secara lebih rinci, termasuk jumlah kalori dan protein. Selain itu, terdapat juga sistem pencatatan distribusi secara real-time yang memungkinkan pengguna memantau proses pengiriman makanan, mulai dari waktu keberangkatan hingga estimasi tiba.
Menurut Daffa, pengalaman mengikuti kompetisi ini memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus memahami bagaimana solusi yang dikembangkan dapat diterapkan secara lebih luas. Ia juga mendorong generasi muda untuk berani mencoba hal baru dan tidak ragu mengembangkan ide yang dimiliki.
“Ini pertama kalinya saya ke luar negeri bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk belajar dan mencari pengalaman,” katanya.





