Resmikan Pabrik Kedua, PT Chateraise Indonesia Sasar Pasar Ekspor

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

?Bekasi: Chairman Gobel Group Rachmat Gobel meresmikan pembangunan pabrik kedua PT Chateraise Indonesia Manufacturing yang diproyeksikan sebagai fasilitas produksi berstandar halal pertama milik perusahaan. Pabrik kedua tidak hanya untuk memenuhi permintaan domestik, tetapi juga menjadi basis ekspor produk halal ke pasar internasional.

?Gobel menegaskan bahwa pembangunan pabrik kedua ini memiliki skala yang jauh lebih besar dibandingkan fasilitas produksi pertama. Langkah ekspansi ini diambil setelah melihat perkembangan positif pasar sejak Chateraise hadir di Indonesia pada 2017. 
 
?"Pabrik yang kedua ini bukan hanya untuk domestik, tapi juga untuk ekspor. Ini akan menjadi pabrik dengan standar halal yang pertama bagi Chateraise," ujar Gobel di Kawasan Industri Deltamas, Bekasi, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga :

Segera Lamar! Garudafood Buka Lowongan Kerja Baru April 2026
 


(Peresmian pembangunan pabrik kedua PT Chateraise Indonesia Manufacturing. Foto: Metro TV/Richard Alkhalik?) ?Integrasi pertanian lokal farm to factory ?Salah satu poin utama dalam pembangunan pabrik ini adalah penerapan konsep farm to factory yang mengintegrasikan hasil pertanian lokal ke dalam rantai pasok manufaktur. Gobel mengungkapkan, komoditas kakao asal Gorontalo akan diserap dalam volume yang lebih besar untuk kebutuhan produksi Chateraise.

?"Saya mengundang para petani-petani, tadi ada kakao dari Gorontalo yang dikirim ke Jepang. Nah, ini kelanjutannya, mereka ingin mengambil lebih banyak," ungkap Gobel.

Gobel juga menyebut bahwa standar produk yang diterapkan Chateraise melampaui standar nasional untuk menjamin kualitas produk akhir. Sehingga dengan dibangunnya pabrik Chateraise di Indonesia akan mendorong kualitas pertanian yang jauh lebih baik ke depannya. ?Targetkan pasar ASEAN dan Timur Tengah ?Melalui peningkatan kapasitas produksi di pabrik baru ini, Chateraise berkomitmen untuk memperkuat peran Indonesia sebagai pusat produksi makanan halal yang berdaya saing global dengan target ekspor bisa menjangkau wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah.
 
?"Target ekspornya nanti ke wilayah ASEAN dan Middle East (Timur Tengah)," ujar Gobel.

?Gobel mengatakan pembangunan pabrik ini diharapkan dapat mendorong transfer pengetahuan dan teknologi dari Jepang ke Indonesia, khususnya dalam bidang pengolahan pangan dan pengendalian kualitas. Selain itu, ia mengatakan proyek ini akan memberikan nilai tambah bagi ekosistem industri manufaktur pangan nasional.  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malinau Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Kaltara 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Meresahkan Warga, Balap Liar di Dringu Probolinggo Dibubarkan
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AS dan Iran Saling Menyalahkan usai Negosiasi di Pakistan Berakhir Buntu
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Cerita Ibu Dewi, Kartini Masa Kini Menebar Manfaat untuk Lingkungan bersama PNM
• 32 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sopir Bajaj Jadi Korban Premanisme di Tanah Abang, Pramono: Nggak Ada Kompromi Lagi
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.