Ketika Isi Ceramah Jusuf Kalla Dipersoal, GAMKI dan Pemuda Katolik: Harus Diselesaikan Secara Hukum

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Jusuf Kalla dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik terkait materi ceramah saat menjadi khatib di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam ceramah itu Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu menyinggung soal konflik lama yang terjadi di Poso, Ambon. Dalam ceramahnya itu JK menyinggung soal keyakinan mati syahid.

Saat berada di Polda Metro Jaya, Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat mengutip kembali pernyataan JK kala berceramah, bunyinya sebagai berikut;

BACA JUGA:Kata Dubes Iran Soal 2 Kapal Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz

"Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti.”

Karena isi ceramah JK itu, Sahat menegaskan bahwa GAMKI mengambil sikap tegas untuk membawa perkara tersebut ke polisi.

Sahat mengatakan pihaknya datang ke Polda Metro Jaya mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat. 

"Kami dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia tadi datang melaporkan Bapak Jusuf Kalla. Kami hadir dari GAMKI, juga mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat," katanya kepada awak media.

BACA JUGA:Cocoklogi Video Mesra Aisar Khaled dengan Wanita Seksi di Thailand, Bukan Ria Ricis atau Fuji

Menurutnya, langkah hukum ditempuh agar polemik yang berkembang tidak semakin liar dan dapat diselesaikan secara terarah. 

Pihaknya juga telah menyertakan sejumlah alat bukti, termasuk video ceramah yang beredar di media sosial.

"Kami melaporkan ke Polda Metro Jaya agar pernyataan ini yang sudah menimbulkan kegaduhan bisa diselesaikan melalui mekanisme hukum," ujarnya.

Kemudian Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk respons atas keresahan yang dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:Perundingan Damai Amerika dan Iran Gagal, Ini Seruan Ketum PBNU dan Paus Leo XIV

Dijelaskannya, bahwa ajaran Kristen dan Katolik tidak mengenal kekerasan terhadap sesama manusia. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Membeli Tiket Piala Dunia Maroko 2026: Update Harga, Jadwal, Tanggal Tiket
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wagub Jatim Hormati Proses Hukum Bupati Tulungagung: Pemerintahan Tetap Bergerak
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Haji Lewat War Ticket Lebih Mahal & Tidak Ditanggung Subsidi
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
UN Women: Perempuan Hanya Memiliki 64 Persen Hak Hukum Dibanding Laki-laki
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Simulasi Sabotase di Mako Pasmar 1, Kasal: Kesiapsiagaan Kunci Utama Angkatan Laut Tangguh
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.