Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi viralnya warga yang memprotes pembangunan pedestrian di Rasuna Said, Jakarta Selatan yang menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut.
“Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian. Kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek,” kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.
Dia mengakui bahwa setiap pembangunan pasti akan memberikan dampak, salah satunya adalah kemacetan seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Namun, pembangunan harus dilakukan guna membuat kawasan tersebut lebih baik dari sebelumnya. “Kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih baik. Efeknya adalah ya itu tadi, harus diatur,” jelas Pramono.
Diketahui, setelah pembongkaran tiang monorel di kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata pedestrian hingga memperluas jalur lalu lintas di sana.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengatakan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan mengusung konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif atau "complete street".
Baca juga: Penataan jalan HR Rasuna Said sisi timur berkonsep "complete street"
"Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi," kata Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin.
Mukhlisin mengatakan, Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan. Rencana penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan serta berpartisipasi aktif, termasuk menjaga ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung," ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan konstruksi berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Untuk itu, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Saya berharap penataan ini dapat menjadikan wajah Jalan HR Rasuna Said sisi timur lebih representatif, tertata, serta mencerminkan karakter kawasan strategis perkotaan yang modern dan berdaya saing," ucapnya.
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel dan penataan jalan ditargetkan rampung Juni
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel bisa urai kemacetan di Jalan Rasuna Said
Baca juga: Pram ingin kawasan Kuningan mirip suasana Sudirman-Thamrin
“Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian. Kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek,” kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.
Dia mengakui bahwa setiap pembangunan pasti akan memberikan dampak, salah satunya adalah kemacetan seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Namun, pembangunan harus dilakukan guna membuat kawasan tersebut lebih baik dari sebelumnya. “Kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih baik. Efeknya adalah ya itu tadi, harus diatur,” jelas Pramono.
Diketahui, setelah pembongkaran tiang monorel di kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata pedestrian hingga memperluas jalur lalu lintas di sana.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengatakan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan mengusung konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif atau "complete street".
Baca juga: Penataan jalan HR Rasuna Said sisi timur berkonsep "complete street"
"Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi," kata Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin.
Mukhlisin mengatakan, Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan. Rencana penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan serta berpartisipasi aktif, termasuk menjaga ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung," ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan konstruksi berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Untuk itu, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Saya berharap penataan ini dapat menjadikan wajah Jalan HR Rasuna Said sisi timur lebih representatif, tertata, serta mencerminkan karakter kawasan strategis perkotaan yang modern dan berdaya saing," ucapnya.
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel dan penataan jalan ditargetkan rampung Juni
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel bisa urai kemacetan di Jalan Rasuna Said
Baca juga: Pram ingin kawasan Kuningan mirip suasana Sudirman-Thamrin





