jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi isu merger atau fusi partainya dengan Partai Gerindra.
Menurut Saan, peleburan partai merupakan hal yang biasa.
BACA JUGA: Prabowo Tiba di Rusia, Bakal Bahas Dinamika Global Bersama Vladimir Putin
“Ini juga saya baru (dengar), kaget juga, ya, mencuat terkait dengan soal isu fusi. Dalam bahasa politik itu kan fusi, ya, bukan merger. Bukan akuisisi, melainkan fusi, Gerindra-NasDem,” kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Menurut dia, sebagai sebuah wacana, fusi atau peleburan partai politik merupakan hal yang biasa saja.
BACA JUGA: Poltracking: 74,9 Persen Masyarakat Puas Kinerja Presiden Prabowo
“Dahulu tahun '73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa,” ujarnya.
Menurut dia, dalam mewujudkan wacana fusi tersebut, perlu pertimbangan terkait identitas dan eksistensi partai. Sebab, ketika suatu partai didirikan, para pendirinya memiliki ideologi yang berbeda-beda.
BACA JUGA: Prabowo Bertemu Vladimir Putin di Rusia, Bicarakan Hal Sangat Krusial
“Ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus dipertimbangkan. Ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai dengan semangat, motivasi, dan filosofi membangun partai masing-masing,” katanya.
"Jadi, sekali lagi, sebagai sebuah ide atau wacana, ya, atau gagasan, itu hal yang biasa saja, tetapi ketika mau diwujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan, didiskusikan, dan direncanakan,” katanya.
Saan menyebutkan bahwa belum ada pembicaraan khusus di internal Partai NasDem terkait wacana fusi tersebut.
"Karena sekarang masih fokus konsolidasi internal,” katanya.
Saan pun mengaku tidak tahu persis terkait pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang disebut membahas wacana merger.
“Saya tidak tahu persis terkait dengan soal pertemuan, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan,” ujar Saan. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalan Baru
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




