TKA SMP Ubah Cara Pandang Murid, dari Cemas Jadi Termotivasi

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Pekanbaru

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di sejumlah daerah mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam cara pandang murid, guru, hingga satuan pendidikan. Jika sebelumnya dipersepsikan sebagai ujian yang menegangkan, kini TKA dipahami sebagai sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus memacu semangat belajar yang lebih terarah.

Perubahan tersebut tampak di lapangan, salah satunya di Kabupaten Pelalawan, Riau. Murid SMP Negeri Bernas yang awalnya merasa cemas saat pertama kali menghadapi TKA, justru mulai merasa lebih percaya diri setelah mengerjakan soal.

“Awalnya deg-degan karena belum pernah ikut. Tapi setelah dijalani, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,” ujar Fidelia Noviyanti Hutagaol, siswi kelas IX SMP Bernas, Senin, 13 April 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa perubahan persepsi tersebut merupakan tujuan utama dari pelaksanaan TKA. Ia menekankan bahwa asesmen ini bukan untuk menjadi beban, melainkan alat untuk memotret kondisi pembelajaran secara menyeluruh.

“TKA ini seperti medical check-up dalam pendidikan. Kita perlu mengetahui kondisi sebenarnya agar kebijakan yang diambil berbasis data,”ungkap Fajar.

Pengalaman serupa juga dirasakan murid lainnya. Mereka menilai soal TKA memiliki tingkat kesulitan sedang dan dapat dikerjakan dengan baik, terutama setelah mendapatkan latihan dan pembahasan di sekolah.

Dari sisi sekolah, berbagai strategi dilakukan agar TKA tidak menjadi tekanan tambahan bagi murid. Guru mengintegrasikan latihan soal ke dalam pembelajaran harian di kelas.

“Kami membahas soal TKA di jam pelajaran, sehingga anak-anak tetap belajar tanpa merasa terbebani,” kata Savitri Oktavia, guru SMP Bernas.

Kepala SMP Negeri Bernas, Marisah, menyebut TKA justru berdampak positif terhadap kebiasaan belajar murid. Ia menilai siswa menjadi lebih giat dan termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“TKA ini baik untuk mengukur potensi murid sekaligus kemampuan sekolah,”ujar Marissa.

Sementara itu, di Kota Pekanbaru, pelaksanaan TKA juga berjalan lancar. Kepala SMP Negeri 4 Pekanbaru, Rukiah, menyebut seluruh murid kelas IX mengikuti asesmen dengan tingkat partisipasi mencapai 100 persen.

“Materi yang diujikan sesuai dengan penguatan yang sudah diberikan di sekolah, baik literasi maupun numerasi,”kata Rukiah.

Ia menambahkan, TKA dapat menjadi salah satu indikator kemampuan murid, terutama sebagai bekal dalam jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dari sisi murid, perubahan sikap juga terlihat. Muhammad Gafasyarianto, siswa SMP Negeri 4 Pekanbaru, mengaku awalnya merasa takut. Namun, setelah mengikuti proses belajar dan latihan, rasa tersebut berubah menjadi motivasi.

“Sekarang saya jadi lebih semangat. TKA membantu mengetahui kemampuan diri,” ungkapnya.

Secara umum, TKA tidak hanya berjalan baik dari sisi teknis, seperti dukungan infrastruktur komputer, jaringan internet, dan listrik, tetapi juga membawa perubahan mendasar dalam cara pandang terhadap asesmen.

Kini, TKA mulai dipahami sebagai bagian dari proses pembelajaran yang reflektif, mendorong kejujuran, kesiapan, dan keberanian murid dalam mengukur kemampuan diri. Perubahan ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun budaya belajar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hector Souto: Semoga Futsal Dianggap Lebih Serius, Upah Lebih Layak
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Plastik Mahal, Saatnya Beralih
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Viral Juru Parkir Liar Diduga Cekcok dengan Pengemudi Ojol di Pamulang Tangsel, Polisi Ungkap Faktanya
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Mentalitas positif kunci Tottenham hindari degradasi
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Tiba di Moskow Perkuat Kemitraan Strategis
• 8 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.