Terkini, Makassar — Pengurus Provinsi Persatuan Golf Indonesia Sulawesi Selatan (PGI Sulsel) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan olahraga golf dengan menggelar turnamen bertaraf internasional bertajuk Makassar Amateur Golf International Championship (MAGIC) 2026.
Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di Padivalley Golf Club, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Turnamen ini menjadi salah satu ajang golf amatir paling bergengsi di Indonesia Timur dan telah masuk dalam kalender resmi World Amateur Golf Ranking (WAGR).
Diikuti 12 NegaraSebanyak 12 negara dipastikan ambil bagian dalam kompetisi ini, yakni Thailand, India, Hong Kong, Singapura, Bangladesh, Malaysia, Filipina, Mongolia, Chinese Taipei, Korea Selatan, Brunei Darussalam, serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Ketua Pelaksana MAGIC 2026, Kamaruddin, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi internasional menjadi indikator kuat bahwa turnamen ini memiliki daya tarik global.
“Partisipasi dari berbagai negara ini menunjukkan bahwa MAGIC 2026 bukan hanya event lokal, tetapi sudah menjadi bagian dari jaringan kompetisi internasional,” ujarnya kepada awak media di Gswing pada Senin 13 April 2026.
Selain itu, kegiatan ini akan melibatkan sekitar 300 peserta dan official, termasuk atlet, tim pendukung, serta undangan dari dalam dan luar negeri.
Format Kompetisi dan Standar InternasionalMAGIC 2026 akan menggunakan format stroke play selama tiga ronde (54 hole), dengan panjang lapangan sekitar 7.000 yard—standar yang telah memenuhi ketentuan kejuaraan internasional.
Sekretaris Jenderal PB PGI, Sumarsono, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen ini sebagai bagian penting dalam pembinaan atlet golf amatir.
“Turnamen seperti MAGIC 2026 sangat penting bagi perkembangan golf amatir di Indonesia. Selain memberikan kesempatan memperoleh poin WAGR, ajang ini juga membuka ruang kompetisi internasional yang sehat bagi pegolf muda,” ujarnya.
Turnamen ini terbuka untuk pegolf amatir putra dan putri, dengan sistem cut-off setelah ronde kedua.
Dukungan Penuh dan Fasilitas PesertaUntuk menunjang kenyamanan peserta, panitia menyediakan fasilitas shuttle bus dari hotel resmi menuju lokasi pertandingan. PGI Sulsel juga menggandeng Celebes Golf Club sebagai panitia pelaksana lokal.
Panitia juga memastikan seluruh peserta telah memenuhi persyaratan administrasi, termasuk kepemilikan handicap resmi atau sistem WAGR, guna menjaga profesionalisme kompetisi.
Ajang Pembinaan dan Pengalaman Bertanding
Kamaruddin menambahkan bahwa konsep turnamen ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pemain melalui kompetisi dengan atlet internasional.
“Ibarat bermain melawan pemain kelas dunia, pengalaman tersebut sangat berharga. Dari situ kemampuan dan kepercayaan diri atlet akan meningkat,” jelasnya.
Perkuat Posisi Sulsel di Peta Golf NasionalSementara itu, Ketua Pengprov PGI Sulawesi Selatan, Yunan Yunus Kadir, menilai bahwa MAGIC 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Sulawesi Selatan di kancah golf nasional maupun internasional.
“Sulawesi Selatan memiliki fasilitas lapangan yang sangat kompetitif dan layak menjadi tuan rumah event internasional. Ini menjadi panggung penting bagi pegolf nasional maupun internasional,” katanya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event ini juga diharapkan mampu mendorong sektor sport tourism, khususnya di Makassar dan sekitarnya.
Hadiah Hingga Rp1 Miliar dan Kategori LombaSelain persaingan utama, panitia juga menyiapkan berbagai daya tarik, termasuk hadiah hole in one dengan total nilai mencapai Rp1 miliar yang diperebutkan pada par 3 di hari pertama dan final round.
Kategori yang dipertandingkan meliputi:
* Individual Champion (Men & Ladies)
* Team Champion (Men & Ladies)
* Runner Up 1 hingga 6 untuk masing-masing kategori
Rangkaian kegiatan pendukung seperti ceremonial lunch dan prize giving ceremony turut melengkapi penyelenggaraan turnamen.
Ia juga berharap dengan dukungan berbagai pihak serta kualitas lapangan yang kompetitif, MAGIC 2026 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen golf amatir paling prestisius di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia Timur.




